QRIS dan E-Wallet Tumbuh Pesat, tapi Transaksi Terbesar Masih Virtual Account
Jum'at, 21 Maret 2025 - 10:00 WIB
Tren penggunaan pembayaran digital di Indonesia terus bertumbuh signifikan, baik e-Wallet maupun QRIS. Foto: Sindonews/Danang Arradian
JAKARTA - Virtual Account ternyata masih menjadi metode pembayaran digital paling dominan dengan pangsa 56%. Demikian menurut data yang diungkap oleh Doku, perusahaan penyedia sistem pembayaran berbasis teknologi dengan layanan terpadu, termasuk payment gateway, e-wallet, dan QRIS.
Artinya, pengguna Doku lebih memilih kemudahan dan keamanan yang ditawarkan oleh Virtual Account. “Virtual account memang diminati karena pengguna bisa melakukan pembayaran langsung dari rekening bank mereka tanpa perlu menggunakan kartu kredit atau e-wallet,” ujar Victor Kwan, Head of Growth, Business & Marketing, Doku.
Setelah virtual account, e-money memiliki pangsa 14.1%, menjadikannya saluran pembayaran terpopuler kedua. Ini mencerminkan popularitas e-wallet sebagai metode pembayaran yang praktis dan efisien. E-wallet memudahkan konsumen untuk berlangganan ataupun membeli melakukan pembayaran digital.
Pembayaran melalui Convenience Store menduduki posisi ketiga dengan 7.4%. Ini menunjukkan bahwa pembayaran tunai masih relevan, terutama bagi segmen pengguna yang belum memiliki akses ke perbankan atau e-wallet.
Yang menarik, QRIS menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan dengan pangsa 4.3%. “Sebagai standar yang ditetapkan Bank Indonesia, metode ini memberikan kemudahan untuk melakukan pembayaran antar platform,” beber Victor.
Kemudian, kartu kredit memiliki pangsa pasar 3.2% yang terendah diantara lima kategori, kemungkinan karena metode pembayaran tunai yang lebih sering digunakan di Indonesia.
Artinya, pengguna Doku lebih memilih kemudahan dan keamanan yang ditawarkan oleh Virtual Account. “Virtual account memang diminati karena pengguna bisa melakukan pembayaran langsung dari rekening bank mereka tanpa perlu menggunakan kartu kredit atau e-wallet,” ujar Victor Kwan, Head of Growth, Business & Marketing, Doku.
Setelah virtual account, e-money memiliki pangsa 14.1%, menjadikannya saluran pembayaran terpopuler kedua. Ini mencerminkan popularitas e-wallet sebagai metode pembayaran yang praktis dan efisien. E-wallet memudahkan konsumen untuk berlangganan ataupun membeli melakukan pembayaran digital.
Pembayaran melalui Convenience Store menduduki posisi ketiga dengan 7.4%. Ini menunjukkan bahwa pembayaran tunai masih relevan, terutama bagi segmen pengguna yang belum memiliki akses ke perbankan atau e-wallet.
Yang menarik, QRIS menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan dengan pangsa 4.3%. “Sebagai standar yang ditetapkan Bank Indonesia, metode ini memberikan kemudahan untuk melakukan pembayaran antar platform,” beber Victor.
Kemudian, kartu kredit memiliki pangsa pasar 3.2% yang terendah diantara lima kategori, kemungkinan karena metode pembayaran tunai yang lebih sering digunakan di Indonesia.
Lihat Juga :