Profil Ignaz Semmelweis, Dokter yang Dianggap Gila karena Menyarankan Cuci Tangan bagi Tenaga Medis
Sabtu, 15 Februari 2025 - 08:28 WIB
Ignaz merupakan anak kelima dari 10 bersaudara dari pasangan József Semmelweis dan Teréz Müller. Ayahnya adalah seorang etnis Jerman yang membuka bisnis grosir rempah-rempah.
Pada riwayat pendidikannya, Ignaz pernah belajar hukum di Universitas Wina pada 1837. Namun, dia kemudian beralih ke bidang kedokteran dan mendapat gelar doktor kedokteran pada 1844.
Sempat berganti, Ignaz lalu mengkhususkan diri dalam kebidanan. Dia bekerja di divisi kebidanan Rumah Sakit Wina pada Juli 1846.
Mengutip The Conversation, Ignaz mendapati bahwa penyebab utama kematian ibu di Eropa saat itu adalah demam nifas, sebuah infeksi akibat bakteri streptococcus yang dapat membunuh wanita pascapersalinan. Dia kemudian memecahkan misteri demam nifas setelah kematian teman dan koleganya, ahli patologi Jakob Kolletschka.
Kolletschka meninggal setelah menerima luka pisau bedah saat melakukan otopsi pada seorang wanita yang meninggal karena demam nifas. Penularan sekarang sudah diketahui, Semmelweis menyimpulkan bahwa jika temannya itu tertular infeksi.
Ignaz kemudian mencuci tangannya dengan air kapur yang mengandung klorin sebelum menangani pasien. Menyadari bahwa larutan klorida dapat menghilangkan bau benda, dia juga mewajibkan mencuci tangan di seluruh departemennya.
Menariknya, setelah itu angka demam nifas dan kematian menurun drastis. Namun, temuan Ignaz tidak langsung diterima oleh semua orang.
Pada riwayat pendidikannya, Ignaz pernah belajar hukum di Universitas Wina pada 1837. Namun, dia kemudian beralih ke bidang kedokteran dan mendapat gelar doktor kedokteran pada 1844.
Sempat berganti, Ignaz lalu mengkhususkan diri dalam kebidanan. Dia bekerja di divisi kebidanan Rumah Sakit Wina pada Juli 1846.
Mengutip The Conversation, Ignaz mendapati bahwa penyebab utama kematian ibu di Eropa saat itu adalah demam nifas, sebuah infeksi akibat bakteri streptococcus yang dapat membunuh wanita pascapersalinan. Dia kemudian memecahkan misteri demam nifas setelah kematian teman dan koleganya, ahli patologi Jakob Kolletschka.
Kolletschka meninggal setelah menerima luka pisau bedah saat melakukan otopsi pada seorang wanita yang meninggal karena demam nifas. Penularan sekarang sudah diketahui, Semmelweis menyimpulkan bahwa jika temannya itu tertular infeksi.
Ignaz kemudian mencuci tangannya dengan air kapur yang mengandung klorin sebelum menangani pasien. Menyadari bahwa larutan klorida dapat menghilangkan bau benda, dia juga mewajibkan mencuci tangan di seluruh departemennya.
Menariknya, setelah itu angka demam nifas dan kematian menurun drastis. Namun, temuan Ignaz tidak langsung diterima oleh semua orang.
Lihat Juga :