Lebih Dihormati Dibandingkan Firaun, Mumi Pendeta Wanita Mesir Ditemukan
Kamis, 07 November 2024 - 14:50 WIB
"Djefai-Hapi I didewakan pada zaman dahulu dan makamnya merupakan bagian tak terpisahkan dari memori budaya Mesir kuno selama lebih dari 2000 tahun," kata Profesor Jochem Kahl, seorang arkeolog di Freie Universität Berlin yang memimpin penemuan tersebut, saat berbicara kepada Daily Mail.
“Idy adalah pendeta wanita dewi Hathor dan disebut 'nyonya rumah', yang mengidentifikasi dirinya sebagai wanita dari keluarga kaya," kata Kahl.
Menurut para arkeolog, ini adalah "beberapa peti mati paling menakjubkan yang pernah ditemukan" dan ditutupi dengan ilustrasi dan teks "yang menggambarkan perjalanan orang yang meninggal di akhirat".
Setelah kematiannya, organ-organ internal Idy - limpa, hati, usus dan paru-paru - dikeluarkan dari tubuhnya dan disimpan dalam toples.
Jasad Idy kemudian dimumikan, yaitu suatu proses pengawetan jasad setelah kematian dengan cara sengaja membalsem atau mengeringkan dagingnya.
Dalam studi pendahuluan terhadap tulang-tulangnya, ditemukan bahwa sang putri meninggal sebelum usia 40 tahun setelah ia memiliki cacat kaki bawaan.
“Idy adalah pendeta wanita dewi Hathor dan disebut 'nyonya rumah', yang mengidentifikasi dirinya sebagai wanita dari keluarga kaya," kata Kahl.
Menurut para arkeolog, ini adalah "beberapa peti mati paling menakjubkan yang pernah ditemukan" dan ditutupi dengan ilustrasi dan teks "yang menggambarkan perjalanan orang yang meninggal di akhirat".
Setelah kematiannya, organ-organ internal Idy - limpa, hati, usus dan paru-paru - dikeluarkan dari tubuhnya dan disimpan dalam toples.
Jasad Idy kemudian dimumikan, yaitu suatu proses pengawetan jasad setelah kematian dengan cara sengaja membalsem atau mengeringkan dagingnya.
Dalam studi pendahuluan terhadap tulang-tulangnya, ditemukan bahwa sang putri meninggal sebelum usia 40 tahun setelah ia memiliki cacat kaki bawaan.
Lihat Juga :