Jarang Diketahui, Ini Hubungan Gurun Sahara dan Hutan Amazon yang Menggemparkan

Selasa, 05 November 2024 - 17:01 WIB
Tak banyak orang yang menyangka bahwa hutan hujan terbesar di dunia, hutan Amazon, menggantungkan hidupnya pada gurun Sahara. Hal ini diungkap dari NASA melalui satelitnya, Calipso.

Mengutip laman Science Nasa, angin kencang Sahara mengirimkan awan debu yang sangat besar dalam perjalanan lintas Atlantik ke cekungan Amazon setiap tahunnya. Menariknya, debu dari Sahara itu ternyata bisa menjadi sumber 'nutrisi' untuk hutan Amazon.

Dari 182 juta ton debu yang meninggalkan Sahara setiap tahunnya, sekitar 27,7 juta ton atau 15 persen di antaranya tersebar di lembah Amazon. Sebagian besar debu itu mengandung zat fosfor yang merupakan unsur penting bagi kesuburan tanaman dan berperan sebagai pupuk bagi hutan hujan tersebut.

Terkait asalnya, debu itu sebagian berasal dari dasar danau purba di Chad yang kaya akan fosfor. Saat mencapai hutan hujan Amazon, sisa-sisa organisme yang terbawa menyediakan nutrisi penting bagi flora di sana.

Data-data yang dikumpulkan satelit Cloud-Aerosol Lidar and Infrared Pathfinder Satellite Observation atau CALIPSO mengungkap jutaan ton debu dari Sahara akan bergabung dengan awan hujan di atas langit Amazon. Saat turun kembali ke bumi, debu-debu tadi berubah menjadi pupuk yang bakal membuat hutan Amazon semakin subur.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!