Hati-hati! 20 Serangan Siber dengan ChatGPT Terkuak
Selasa, 15 Oktober 2024 - 15:06 WIB
Jika diunduh dan dibuka, file ini dapat menciptakan rantai infeksi di sistem pengguna. OpenAI menemukan bahwa SweetSpecter dikembangkan menggunakan beberapa akun yang memanfaatkan ChatGPT untuk menulis skrip dan menemukan kerentanan dengan alat LLM.
Serangan berbasis AI kedua dilakukan oleh kelompok asal Iran yang dikenal dengan nama 'CyberAv3ngers'. Mereka menggunakan ChatGPT untuk mengeksploitasi kerentanan dan mencuri kata sandi pengguna dari komputer berbasis macOS.
Serangan ketiga, yang dipimpin oleh kelompok lain asal Iran bernama Storm-0817, memanfaatkan ChatGPT untuk mengembangkan malware untuk perangkat Android.
Malware ini mampu mencuri daftar kontak, mengekstrak log panggilan dan riwayat penelusuran, mendapatkan lokasi tepat perangkat, serta mengakses file di perangkat yang terinfeksi.
Meskipun semua serangan ini menggunakan metode yang sudah ada untuk mengembangkan malware, laporan tersebut menyatakan bahwa tidak ada indikasi bahwa ChatGPT menciptakan malware baru yang substansial.
Serangan berbasis AI kedua dilakukan oleh kelompok asal Iran yang dikenal dengan nama 'CyberAv3ngers'. Mereka menggunakan ChatGPT untuk mengeksploitasi kerentanan dan mencuri kata sandi pengguna dari komputer berbasis macOS.
Serangan ketiga, yang dipimpin oleh kelompok lain asal Iran bernama Storm-0817, memanfaatkan ChatGPT untuk mengembangkan malware untuk perangkat Android.
Malware ini mampu mencuri daftar kontak, mengekstrak log panggilan dan riwayat penelusuran, mendapatkan lokasi tepat perangkat, serta mengakses file di perangkat yang terinfeksi.
Meskipun semua serangan ini menggunakan metode yang sudah ada untuk mengembangkan malware, laporan tersebut menyatakan bahwa tidak ada indikasi bahwa ChatGPT menciptakan malware baru yang substansial.
Lihat Juga :