Mengenal Kapsul Bunuh Diri Sarco: Teknologi Kontroversial yang Menggemparkan Dunia

Sabtu, 28 September 2024 - 10:05 WIB
Kapsul yang dapat dilepas dan dicetak 3D ini dipasang pada dudukan dan berisi tabung nitrogen cair, yang memungkinkan individu untuk mengakhiri hidup mereka melalui asfiksia gas inert.

Pertama kali diperkenalkan di Swiss pada 2019, kapsul ini menawarkan cara bagi orang untuk mati tanpa memerlukan pengawasan medis. Kapsul ini melepaskan gas nitrogen di dalam dan mengurangi kadar oksigen hingga jumlah yang mematikan.

Kapsul Sarco adalah gagasan Philip Nitschke, seorang dokter Australia yang dikenal karena advokasinya untuk bunuh diri sejak 1990-an. Karyanya telah memainkan peran penting dalam diskusi yang sedang berlangsung seputar etika dan legalitas eutanasia, menurut CNN.

Kapsul Sarco yang dapat dicetak 3D membutuhkan biaya lebih dari Rp10 miliar untuk penelitian dan pengembangan di Belanda selama 12 tahun, menurut AFP.

Bagaimana cara kerja kapsul Sarco?

Kapsul Sarco menggantikan oksigen di dalam dengan nitrogen, yang mengakibatkan kematian akibat hipoksia. Untuk mengoperasikan kapsul Sarco, individu yang ingin mati harus mengikuti beberapa langkah:

Untuk menggunakan Sarco, individu harus terlebih dahulu lulus penilaian psikiatri.

Pengguna naik ke dalam kapsul, menutup penutupnya, dan menjawab pertanyaan otomatis tentang identitas dan pemahaman mereka tentang proses tersebut.

Setelah tombol ditekan, kadar oksigen dalam kapsul turun dari 21% menjadi 0,05% dalam waktu kurang dari 30 detik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!