Gurun Sahara Tandus Berubah Menjadi Subur dan Hijau

Minggu, 15 September 2024 - 06:24 WIB
Para ilmuwan mengatakan pemanasan global akibat polusi bahan bakar fosil membuat keduanya lebih mungkin mengakibatkan hujan.

Fenomena tersebut ditandai dengan peningkatan cuaca badai yang terjadi ketika udara tropis lembab di dekat garis khatulistiwa bertemu dengan udara panas dan kering dari benua Afrika bagian utara.

Fokus cuaca badai dikenal sebagai Zona Pertemuan Intertropis dan terjadi selama musim panas di Belahan Bumi Utara.

Sebagian besar zona bergeser ke selatan khatulistiwa selama musim panas di Belahan Bumi Selatan.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!