Setelah Empat Abad, Mayat Santa dari Avila Masih Utuh
Jum'at, 13 September 2024 - 17:06 WIB
Setelah semua kunci dibuka dan akses ke peti mati didapatkan, peti itu dipindahkan ke ruangan khusus yang disiapkan untuk proyek ilmiah. Jenazah kemudian dikeluarkan dengan hati-hati dari peti mati agar para ahli memeriksa jenazahnya dengan cermat, sambil mengambil banyak foto dan rontgen.
Para peneliti membandingkan foto-foto baru tubuhnya dengan yang diambil pada awal abad ke-20, untuk memastikan bahwa kondisinya tidak berubah. Pastor Chiesa mengakui bahwa para peneliti mengalami beberapa kesulitan dalam membandingkan gambar baru dengan yang diambil pada 1914, karena dokumentasi terakhir berupa foto hitam putih.
Namun, para peneliti memastikan bagian yang terbuka, yaitu wajah dan kaki, sama seperti pada 1914. Selain tubuh sang santa, hati dan satu lengan yang terlepas juga diawetkan dalam peti mati sebagai relik suci. Salah satu tangannya juga diawetkan sebagai relik, meskipun disimpan secara terpisah di kota Ronda, Spanyol. Tangan tersebut dikirim ke Alba de Tormes agar diperiksa bersama dengan tubuh dan relik lainnya.
Baca Juga: Fenomena Jenazah Tetap Utuh Setelah Dikubur Bertahun-Tahun, Begini Penjelasan Ilmiahnya
Beberapa bulan mendatang, para peneliti yang terlibat dalam studi ini akan menganalisis gambar-gambar yang mereka kumpulkan di laboratorium. Setelah hasilnya dirilis, mereka akan memberikan rekomendasi tentang cara terbaik untuk menjaga agar jenazah St. Teresa tetap dalam kondisi sempurna untuk waktu yang tidak terbatas.
Para Karmelit dapat menelusuri asal usul mereka hingga abad ke-13, tetapi pada 1562, St. Teresa sendiri mendirikan komunitas Karmelit baru di tanah kelahirannya, Spanyol. Ordo baru ini dikenal sebagai Karmelit Tanpa Alas Kaki (Discalced Carmelites), dan seperti pendirinya, mereka berjalan tanpa alas kaki atau hanya mengenakan sandal.
Para peneliti membandingkan foto-foto baru tubuhnya dengan yang diambil pada awal abad ke-20, untuk memastikan bahwa kondisinya tidak berubah. Pastor Chiesa mengakui bahwa para peneliti mengalami beberapa kesulitan dalam membandingkan gambar baru dengan yang diambil pada 1914, karena dokumentasi terakhir berupa foto hitam putih.
Namun, para peneliti memastikan bagian yang terbuka, yaitu wajah dan kaki, sama seperti pada 1914. Selain tubuh sang santa, hati dan satu lengan yang terlepas juga diawetkan dalam peti mati sebagai relik suci. Salah satu tangannya juga diawetkan sebagai relik, meskipun disimpan secara terpisah di kota Ronda, Spanyol. Tangan tersebut dikirim ke Alba de Tormes agar diperiksa bersama dengan tubuh dan relik lainnya.
Baca Juga: Fenomena Jenazah Tetap Utuh Setelah Dikubur Bertahun-Tahun, Begini Penjelasan Ilmiahnya
Beberapa bulan mendatang, para peneliti yang terlibat dalam studi ini akan menganalisis gambar-gambar yang mereka kumpulkan di laboratorium. Setelah hasilnya dirilis, mereka akan memberikan rekomendasi tentang cara terbaik untuk menjaga agar jenazah St. Teresa tetap dalam kondisi sempurna untuk waktu yang tidak terbatas.
Para Karmelit dapat menelusuri asal usul mereka hingga abad ke-13, tetapi pada 1562, St. Teresa sendiri mendirikan komunitas Karmelit baru di tanah kelahirannya, Spanyol. Ordo baru ini dikenal sebagai Karmelit Tanpa Alas Kaki (Discalced Carmelites), dan seperti pendirinya, mereka berjalan tanpa alas kaki atau hanya mengenakan sandal.
Lihat Juga :