Ini yang Bikin Kereta Jepang Lebih Kencang dari Buatan Eropa dan China
Jum'at, 06 September 2024 - 20:13 WIB
Kereta ceoat di Jepang. FOTO/ The Japan Times
TOKYO - Jepang mengklaim punya kereta super cepat yang melebihi kereta China dan Pranci.Dari aspek teknologi, antara kecanggihan teknologi kereta Perancis dan Jepang bisa diadu, dan masing-masing punya keunggulan tersendiri.
BACA JUGA - Jepang Berencana Bikin Kereta Peluru Luar Angkasa yang Bawa Penumpang dari Mars ke Bulan
Namun, lepas dari aspek teknologi, rupanya pengguaan rel ikut berpengaruh. Kekurangan yang mendasar dari kereta api berkecepatan tinggi di Eropa (Prancis, Spanyol, terutama Jerman) adalah bahwa tidak ada yang memiliki jalur eksklusif khusus untuk layanan kereta berkecepatan tinggi.
Seperti dilansir dari The Japan Times, kereta Eurostar Inggris dan ICE (InterCity Express) – Jerman, kereta cepat tersebut berbagi lintasan dengan layanan regional dan antarkota pada kereta non kecepatan tinggi. Ini artinya kereta cepat tersebut akan menghadapi jalur perlintasan sebidang, meskipun layanan kereta dapat beroperasi dengan kecepatan lebih dari 300 km per jam.
Sementara itu, TGV Perancis sebagian besar bertingkat dan dipisahkan rute, tetapi tidak 100 persen memiliki jalur sendiri. Kereta cepat ICE Jerman sering mengalami penundaan knock-on yang disebabkan oleh masalah dengan peralatan yang tidak menempati jalur berkecepatan tinggi.
Sebaliknya, Shinkansen dibangun dari awal sebagai layanan dan jalur terpisah (tidak ada perlintasan sebidang dengan jalan raya) bahkan dengan pengukur rel yang berbeda dari layanan komuter dan ekspres yang ada di Jepang. Sebagian besar jalur Jepang masih menggunakann narrow gauge (1067mm), sedangkan Shinkansen dan beberapa layanan komuter baru dibangun sejak menggunakan pengukur standar barat (1435 mm).
BACA JUGA - Jepang Berencana Bikin Kereta Peluru Luar Angkasa yang Bawa Penumpang dari Mars ke Bulan
Namun, lepas dari aspek teknologi, rupanya pengguaan rel ikut berpengaruh. Kekurangan yang mendasar dari kereta api berkecepatan tinggi di Eropa (Prancis, Spanyol, terutama Jerman) adalah bahwa tidak ada yang memiliki jalur eksklusif khusus untuk layanan kereta berkecepatan tinggi.
Seperti dilansir dari The Japan Times, kereta Eurostar Inggris dan ICE (InterCity Express) – Jerman, kereta cepat tersebut berbagi lintasan dengan layanan regional dan antarkota pada kereta non kecepatan tinggi. Ini artinya kereta cepat tersebut akan menghadapi jalur perlintasan sebidang, meskipun layanan kereta dapat beroperasi dengan kecepatan lebih dari 300 km per jam.
Sementara itu, TGV Perancis sebagian besar bertingkat dan dipisahkan rute, tetapi tidak 100 persen memiliki jalur sendiri. Kereta cepat ICE Jerman sering mengalami penundaan knock-on yang disebabkan oleh masalah dengan peralatan yang tidak menempati jalur berkecepatan tinggi.
Sebaliknya, Shinkansen dibangun dari awal sebagai layanan dan jalur terpisah (tidak ada perlintasan sebidang dengan jalan raya) bahkan dengan pengukur rel yang berbeda dari layanan komuter dan ekspres yang ada di Jepang. Sebagian besar jalur Jepang masih menggunakann narrow gauge (1067mm), sedangkan Shinkansen dan beberapa layanan komuter baru dibangun sejak menggunakan pengukur standar barat (1435 mm).
Lihat Juga :