Gunakan Alat Sederhana, Insinyur Gaza Ubah Air Laut Layak Minum

Kamis, 05 September 2024 - 13:47 WIB
Perangkat yang dibuat al-Ghul nyaris tidak memerlukan listrik. Filter dan panel surya beroperasi hanya dengan energi matahari yang melimpah di Gaza, dengan 14 jam sinar matahari per hari di musim panas, dan delapan jam di musim dingin.

Ini terbukti sangat berguna pada saat pembangkit listrik satu-satunya di Gaza tidak beroperasi dan pasokan listrik dari Israel telah terputus selama berbulan-bulan.

Dengan bahan bakar terbatas, pabrik desalinasi Gaza yang tidak rusak akibat pertempuran beroperasi dengan kapasitas yang sangat berkurang.

Mohammad Abu Daoud, pengungsi Gaza yang berkeringat di bawah sinar matahari siang, mengatakan penemuan al-Ghul datang pada waktu yang tepat. “Selama sekitar dua bulan, kami sepenuhnya bergantung padanya,” katanya.

Baca Juga: Ilmuwan Ciptakan Alat Bertenaga Surya, Ubah Air Kotor Jadi Air Minum

Di sekolah yang diubah menjadi tempat perlindungan tempat Abu Daoud tinggal, dekat rumah al-Ghul, keluarga-keluarga pengungsi lainnya telah bergantung pada sistem penyaringan air untuk mengisi botol mereka. Tangki berkapasitas 250 liter yang menyimpan air bersih cepat habis.

Inovasi ini membawa bantuan penting karena air yang tersedia untuk warga Gaza saat ini rata-rata 4,74 liter per hari. Di bawah sepertiga dari minimum yang direkomendasikan dalam keadaan darurat. Diperkirakan air yang tersedia per orang per hari di Jalur Gaza merosot sebesar 94 persen sejak awal perang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!