Infrastruktur Digital: Kunci Sukses AI dan Ekonomi Digital di Asia Pasifik

Selasa, 06 Agustus 2024 - 21:54 WIB
Infrastruktur digital juga bisa menjadi katalis dalam menciptakan lapangan kerja dan mengembangkan keahlian di sektor ekonomi digital, misalnya memfasilitas peningkatan keahlian untuk memenuhi permintaan keahlian terkini, seperti AI.

Negara tetangga Indonesia, Singapura, sudah mengalokasikan SGD27 juta (sekitar Rp326 miliar) dari APBN 2024 untuk menggandakan jumlah praktisi AI lokal selama lima tahun ke depan. Investasi ini diharapkan menjadi bekal bagi praktisi untuk menyebarluaskan ilmu mereka tentang sistem AI, model, dan algoritmanya kepada berbagai organisasi.

AI: Pendorong Pertumbuhan, Tapi Juga Tantangan

AI memang menawarkan banyak manfaat, tapi juga membutuhkan dukungan infrastruktur yang kuat. Chip, server, dan jaringan yang mumpuni diperlukan untuk menjalankan AI secara optimal. Ini mendorong investasi besar-besaran pada infrastruktur digital di Asia Pasifik.

Chris menyebut, investasi di bidang ini dapat menarik investor, mendorong inovasi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan penting.

“Pemerintah dan swasta harus bekerja sama untuk memastikan tenaga kerja memiliki keterampilan digital yang dibutuhkan, termasuk AI. Program pelatihan dan peningkatan keterampilan menjadi kunci untuk memanfaatkan potensi AI secara maksimal,” ungkapnya.

Tantangan yang Harus Dihadapi

1. Kesiapan Pasar: Banyak perusahaan belum siap mengadopsi AI secara optimal. Perlu ada strategi yang jelas, termasuk metrik untuk mengukur dampak AI dan pendanaan jangka panjang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!