AMOC Akan Runtuh, Kiamat Diprediksi Terjadi setelah Tahun 2050

Selasa, 06 Agustus 2024 - 10:04 WIB
Sistem ini mengirimkan air permukaan yang hangat dari Belahan Bumi Selatan ke daerah yang dingin di Atlantik Utara. Air yang lebih asin dan dingin bergerak menuruni dasar laut dan mengalir ke selatan.

“Penelitian kami merupakan peringatan sekaligus kisah peringatan. Ada hal-hal yang masih belum dapat kami prediksi, dan kami perlu berinvestasi dalam data yang lebih baik dan pemahaman yang lebih mendalam tentang sistem yang dimaksud. Taruhannya terlalu tinggi untuk bergantung pada prediksi yang tidak pasti.” tutur penulis utama Maya Ben-Yami seperti dilansir dari Wion News.

Sistem ini mencegah panas berlebih di Belahan Bumi Selatan dan menghentikan Belahan Bumi Utara dari pembekuan tetapi juga menyebarkan nutrisi yang menyehatkan kehidupan di seluruh ekosistem laut.

Menurut para ahli iklim, AMOC akan melemah karena mencairnya es dan peningkatan gas rumah kaca. Menurut prediksi sebelumnya dari data historis, keruntuhan kemungkinan akan terjadi antara tahun 2025 dan 2095.

Namun, menurut studi baru, karena terlalu banyak ketidakpastian, prediksi tersebut tidak dapat diandalkan.

Dengan bantuan berbagai set data dan analisis, waktu kritis AMOC berkisar antara tahun 2050 hingga 8065, yang memberi para peneliti jendela waktu 6.000 tahun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!