Wujudkan Net Zero Emission, 1.000 Bibit Mangrove Ditanam
Sabtu, 15 Juni 2024 - 15:40 WIB
Menurut data dari Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL), pada tahun 2022 tercatat ada 398 juta ton sampah plastik yang mencemari laut Indonesia.
“Penanaman 1.000 bibit pohon Mangrove ini tidak dapat terlaksana tanpa adanya kolaborasi dari para pelanggan serta warga KBA Pulau Pramuka pada hari ini. kami ingin selalu bermanfaat bagi orang-orang di sekitar kami, semoga penanaman pada hari ini dapat memberikan manfaat nyata secara berkesinambungan untuk berbagai pihak dan lebih lagi serta dapat benar-benar mewujudkan lingkungan berkelanjutan di KBA Pulau Pramuka,” Chief Compliance & Risk Management Asuransi Astra, Widya Adi Tjahjono.
Tidak berhenti disitu, setelah mengumpulkan sampah, rangkaian kegiatan pada hari ini juga dilengkapi dengan Workshop Pengolahan Sampah Organik dan Anorganik melalui teknik Pirolisis, mengubah sampah menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM), teknik Eco Brick mendaur botol plastik yang diisi dengan limbah anorganik hingga memadat dan digunakan sebagai batu bata dalam mendirikan bangunan serta teknik Eco Enzyme, mengolah dan melakukan fermentasi sampah rumah tangga menjadi cairan serba guna seperti pembersih lantai, pengusir hama hingga pupuk tanaman.
Workshop ini bertujuan untuk menciptakan kesadaran dan mendorong masyarakat untuk melakukan daur ulang sampah yang dihasilkan masing-masing rumah tangga.k.
Berangkat dari hal tersebut, pengolahan sampah menjadi solusi terbaik masyarakat dalam membantu menjaga kesejahteraan lingkungan hingga menciptakan produk-produk ramah lingkungan yang bernilai ekonomi tinggi, serta membuka jalan bagi pemberdayaan masyarakat lokal.
“Penanaman 1.000 bibit pohon Mangrove ini tidak dapat terlaksana tanpa adanya kolaborasi dari para pelanggan serta warga KBA Pulau Pramuka pada hari ini. kami ingin selalu bermanfaat bagi orang-orang di sekitar kami, semoga penanaman pada hari ini dapat memberikan manfaat nyata secara berkesinambungan untuk berbagai pihak dan lebih lagi serta dapat benar-benar mewujudkan lingkungan berkelanjutan di KBA Pulau Pramuka,” Chief Compliance & Risk Management Asuransi Astra, Widya Adi Tjahjono.
Tidak berhenti disitu, setelah mengumpulkan sampah, rangkaian kegiatan pada hari ini juga dilengkapi dengan Workshop Pengolahan Sampah Organik dan Anorganik melalui teknik Pirolisis, mengubah sampah menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM), teknik Eco Brick mendaur botol plastik yang diisi dengan limbah anorganik hingga memadat dan digunakan sebagai batu bata dalam mendirikan bangunan serta teknik Eco Enzyme, mengolah dan melakukan fermentasi sampah rumah tangga menjadi cairan serba guna seperti pembersih lantai, pengusir hama hingga pupuk tanaman.
Workshop ini bertujuan untuk menciptakan kesadaran dan mendorong masyarakat untuk melakukan daur ulang sampah yang dihasilkan masing-masing rumah tangga.k.
Berangkat dari hal tersebut, pengolahan sampah menjadi solusi terbaik masyarakat dalam membantu menjaga kesejahteraan lingkungan hingga menciptakan produk-produk ramah lingkungan yang bernilai ekonomi tinggi, serta membuka jalan bagi pemberdayaan masyarakat lokal.
(wbs)
Lihat Juga :