Capai Rekor Panas Global, Suhu Death Valley seperti Neraka
Rabu, 19 Agustus 2020 - 04:36 WIB
Pengukuran lain yang diambil pada 1931 di Kebili, Tunisia, juga lebih tinggi dari tahun ini, yaitu 131 derajat Fahrenheit (55 derajat Celcous). Tetapi ada juga keraguan tentang klaim itu, seperti yang dicatat The Washington Post.
Suhu rekor yang disepakati secara universal berikutnya adalah 129,0 derajat Fahrenheit (53,9 derajat Celcius) di Death Valley pada 1 Juli 2013. Pengukuran baru ini, jika dikonfirmasi, melampaui angka tersebutu.
Rekor lokal lainnya dibuat di barat daya pada hari yang sama, termasuk di dua kota terbesar di Amerika, Los Angeles dan Phoenix. Ini merupakan musim panas yang brutal di Phoenix, di mana suhu rata-rata di bulan Juli adalah 99 derajat Fahrenheit (37,2 derajat Celcius), menurut KTAR News.
Semua catatan ini tiba saat kondisi iklim global memburuk dengan cepat. Misalnya, Arktik dilanda kebakaran hutan untuk tahun kedua berturut-turut. (Baca juga: Apa yang Terjadi dengan Bumi Jika Manusia Tiba-tiba Punah karena COVID-19? )
Suhu rekor yang disepakati secara universal berikutnya adalah 129,0 derajat Fahrenheit (53,9 derajat Celcius) di Death Valley pada 1 Juli 2013. Pengukuran baru ini, jika dikonfirmasi, melampaui angka tersebutu.
Rekor lokal lainnya dibuat di barat daya pada hari yang sama, termasuk di dua kota terbesar di Amerika, Los Angeles dan Phoenix. Ini merupakan musim panas yang brutal di Phoenix, di mana suhu rata-rata di bulan Juli adalah 99 derajat Fahrenheit (37,2 derajat Celcius), menurut KTAR News.
Semua catatan ini tiba saat kondisi iklim global memburuk dengan cepat. Misalnya, Arktik dilanda kebakaran hutan untuk tahun kedua berturut-turut. (Baca juga: Apa yang Terjadi dengan Bumi Jika Manusia Tiba-tiba Punah karena COVID-19? )
(iqb)
Lihat Juga :