Rokok Elektrik Picu Risiko Lebih Tinggi Terpapar COVID-19

Kamis, 13 Agustus 2020 - 22:31 WIB
Merokok dan vaping diketahui merusak paru-paru dan memengaruhi sistem kekebalan tubuh yang dapat meningkatkan risiko pengembangan infeksi COVID-19 setelah terpapar virus. Foto/Ist
JAKARTA - Penelitian terbaru menunjukkan kegemaran merokok elektrik atau vaping dapat meningkatkan risiko tertular COVID-19 , setidaknya pada remaja dan orang dewasa muda. (Baca juga: NASA Tangkap Citra Planet dengan Warna Merah Muda yang Cantik )

Para peneliti menganalisis informasi dari lebih dari 4.300 remaja AS dan dewasa muda, usia 13 hingga 24 tahun, yang menyelesaikan survei online pada awal Mei, menurut penelitian yang diterbitkan 11 Agustus 2020 di Journal of Adolescent Health. Peserta menjawab pertanyaan tentang penggunaan rokok dan e-rokok, serta apakah mereka pernah mengalami gejala COVID-19, menjalani pengujian, atau didiagnosis penyakit dari hasil tes positif.



Di antara mereka yang dites COVID-19, pengguna rokok elektrik lima kali lebih mungkin didiagnosis terpapar virus Corona baru tersebut. Dan mereka yang menggunakan rokok elektrik dan rokok tradisional (pengguna ganda) tujuh kali lebih mungkin untuk didiagnosis positif COVID-19, dibandingkan kaum muda yang tidak menggunakan rokok elektrik atau rokok tradisional.

Selain itu, pengguna ganda hampir lima kali lebih mungkin melaporkan mengalami gejala COVID-19 pada saat survei, terlepas dari apakah mereka diuji, dibandingkan dengan non-pengguna.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!