Bisa Jadi Bumerang, Ini Bahaya Menggunakan Social Spy di WhatsApp
Sabtu, 24 Februari 2024 - 21:40 WIB
Social Spy adalah aplikasi pihak ketiga yang diklaim dapat melacak aktivitas WhatsApp orang lain. (Foto: The Verge)
JAKARTA - Di balik tawaran menggiurkan aplikasi alat sadap Social Spy di WhatsApp banyak bahaya yang mengintai. Mulai dari pencurian data pribadi, virus dan malware, penipuan hingga gangguan mental.
Social Spy adalah aplikasi pihak ketiga yang diklaim dapat melacak aktivitas WhatsApp orang lain, seperti menyadap isi pesan seseorang, mengetahui dengan siapa seseorang berbicara, melihat status WhatsApp, hingga melacak lokasi seseorang.
Namun, segala tawaran menggiurkan ini bisa berbalik menjadi bumerang. Sebab aplikasi Social Spy terbukti mengandung bahaya bagi penggunanya. Berikut deretan bahaya menggunakan Social Spy WhatsApp dilansir dari berbagai sumber:
Baca Juga: Social Spy WhatsApp Cara Paling Cerdas Sadap HP Pasangan Anda
Pengguna Social Spy WhatsApp biasanya harus mengunduh beberapa aplikasi untuk verifikasi. Penginstalan aplikasi ini bisa mendatangkan kerugian bagi pengguna yang tidak hati-hati. Pengguna juga biasanya akan diminta mengisi beberapa survei dengan memasukkan data-data pribadi seperti nama, alamat, nomor telepon, dan bahkan informasi bank. Di sini sangat terbuka potensi pencurian data pribadi.
Social Spy adalah aplikasi pihak ketiga yang diklaim dapat melacak aktivitas WhatsApp orang lain, seperti menyadap isi pesan seseorang, mengetahui dengan siapa seseorang berbicara, melihat status WhatsApp, hingga melacak lokasi seseorang.
Namun, segala tawaran menggiurkan ini bisa berbalik menjadi bumerang. Sebab aplikasi Social Spy terbukti mengandung bahaya bagi penggunanya. Berikut deretan bahaya menggunakan Social Spy WhatsApp dilansir dari berbagai sumber:
Baca Juga: Social Spy WhatsApp Cara Paling Cerdas Sadap HP Pasangan Anda
1. Pencurian Data Pribadi
Pengguna Social Spy WhatsApp biasanya harus mengunduh beberapa aplikasi untuk verifikasi. Penginstalan aplikasi ini bisa mendatangkan kerugian bagi pengguna yang tidak hati-hati. Pengguna juga biasanya akan diminta mengisi beberapa survei dengan memasukkan data-data pribadi seperti nama, alamat, nomor telepon, dan bahkan informasi bank. Di sini sangat terbuka potensi pencurian data pribadi.
2. Virus dan Malware
Lihat Juga :