Satelit Sebesar Bus Jatuh ke Bumi, Ini Lokasi Persisnya
Kamis, 22 Februari 2024 - 21:00 WIB
Baca Juga: Satelit RHESSI Milik NASA Jatuh di Atas Gurun Sahara
Astronom Jonathan McDowell memposting jejak masuk kembali satelit di X, menunjukkan lokasi jejak puing yang direkam oleh sistem radar yang dioperasikan oleh Administrasi Oseanografi dan Atmosfer Nasional (NOAA).
ERS-2 memiliki ukuran sebesar bus sekolah dan berat 2.516 kilogram saat penuh bahan bakar saat peluncuran. Ketika jatuh hari ini beratnya sekitar 2.294 Kg. Meskipun cukup besar, massa satelit ini bukanlah sesuatu yang aneh ketika datang ke sampah luar angkasa yang masuk kembali. Objek seukuran ini jatuh ke atmosfer Bumi setiap beberapa pekan.
Ketika diluncurkan, ERS-2 adalah wahana pengamatan Bumi yang paling canggih yang pernah dikembangkan dan diluncurkan oleh Eropa. Satelit ini dirancang untuk mengumpulkan data tentang daratan, tutupan es, dan samudera Bumi serta membantu memantau dampak bencana alam. "Satelit ERS telah memberikan aliran data yang telah mengubah pandangan kita tentang dunia di mana kita hidup," kata Simonetta Cheli, Direktur Program Observasi Bumi ESA.
Baca Juga: Rudal Rusia Tembak Jatuh Satelit, Puingnya Berhamburan di Luar Angkasa
Astronom Jonathan McDowell memposting jejak masuk kembali satelit di X, menunjukkan lokasi jejak puing yang direkam oleh sistem radar yang dioperasikan oleh Administrasi Oseanografi dan Atmosfer Nasional (NOAA).
ERS-2 memiliki ukuran sebesar bus sekolah dan berat 2.516 kilogram saat penuh bahan bakar saat peluncuran. Ketika jatuh hari ini beratnya sekitar 2.294 Kg. Meskipun cukup besar, massa satelit ini bukanlah sesuatu yang aneh ketika datang ke sampah luar angkasa yang masuk kembali. Objek seukuran ini jatuh ke atmosfer Bumi setiap beberapa pekan.
Ketika diluncurkan, ERS-2 adalah wahana pengamatan Bumi yang paling canggih yang pernah dikembangkan dan diluncurkan oleh Eropa. Satelit ini dirancang untuk mengumpulkan data tentang daratan, tutupan es, dan samudera Bumi serta membantu memantau dampak bencana alam. "Satelit ERS telah memberikan aliran data yang telah mengubah pandangan kita tentang dunia di mana kita hidup," kata Simonetta Cheli, Direktur Program Observasi Bumi ESA.
Baca Juga: Rudal Rusia Tembak Jatuh Satelit, Puingnya Berhamburan di Luar Angkasa
Lihat Juga :