Elon Musk: Jangan Pernah Serang Rusia
Senin, 08 Januari 2024 - 20:38 WIB
Ia mengkaji sejarah ketika Angkatan Darat Prancis yang dianggap tidak terkalahkan pada saat itu, menyeberangi wilayah Rusia pada akhir Juni 1812 dan maju dengan cepat, masuk ke Moskow pada pertengahan September. Namun, setelah itu, pasukan Napoleon hanya bisa mundur, diusir dari Rusia menjelang akhir tahun dan mengalami kekalahan dengan tewasnya 400.000 hingga 500.000 tentara.
Sejarawan Rusia mengklaim keberhasilan militer Rusia sebagai Perang Patriotik yang canggih dari sang jenderal Mikhail Kutuzov, keheroikan pasukan Rusia serta patriotisme penduduk sipil. Banyak di antaranya bergabung dengan pasukan perang meski dalam kondisi musim dingin yang keras dalam beberapa bulan terakhir konflik itu.
Baca Juga: 3 Pengaruh Penting Elon Musk dalam Perang Ukraina-Rusia
Selama dua tahun terakhir, Elon Musk sejatinya telah mendesak penyelesaian damai konflik antara Moskow dan Kiev. Ia memperingatkan bahwa karena dukungan Barat kepada Ukraina, konflik itu bisa berubah menjadi perang nuklir antara Rusia dan AS.
Miliarder ini telah memberikan akses kepada pasukan Kiev untuk internet satelit Starlink , namun menolak untuk mengaktifkan layanan tersebut di sekitar Crimea karena kekhawatirannya bahwa orang Ukraina akan menggunakan sistem SpaceX untuk memandu drone dan misil ke target Rusia di semenanjung itu.
Sejarawan Rusia mengklaim keberhasilan militer Rusia sebagai Perang Patriotik yang canggih dari sang jenderal Mikhail Kutuzov, keheroikan pasukan Rusia serta patriotisme penduduk sipil. Banyak di antaranya bergabung dengan pasukan perang meski dalam kondisi musim dingin yang keras dalam beberapa bulan terakhir konflik itu.
Baca Juga: 3 Pengaruh Penting Elon Musk dalam Perang Ukraina-Rusia
Selama dua tahun terakhir, Elon Musk sejatinya telah mendesak penyelesaian damai konflik antara Moskow dan Kiev. Ia memperingatkan bahwa karena dukungan Barat kepada Ukraina, konflik itu bisa berubah menjadi perang nuklir antara Rusia dan AS.
Miliarder ini telah memberikan akses kepada pasukan Kiev untuk internet satelit Starlink , namun menolak untuk mengaktifkan layanan tersebut di sekitar Crimea karena kekhawatirannya bahwa orang Ukraina akan menggunakan sistem SpaceX untuk memandu drone dan misil ke target Rusia di semenanjung itu.
(msf)
Lihat Juga :