Gravitasi Kuat Lindungi Bumi dari Ancaman Tabrakan dengan Asteroid
Selasa, 02 Januari 2024 - 14:00 WIB
Hanya saja jangan panik karena fragmen ini berdiameter lebih kecil dari 0,6 mil atau 1 kilometer. Asteroid ini tidak menimbulkan ancaman besar sampai pada tingkat kepunahan. Dua peristiwa tumbukan asteroid terbesar yang menghantam Bumi terjadi di Tunguska dan Chelyabinsk.
Untuk mengatasi ancaman asteroid kecil ini, ilmuwan mengusulkan menggunakan prediksi lintasan setelah asteroid besar pecah menjadi ukuran yang lebih kecil. Mikael Granvik, ilmuwan planet di Universitas Teknologi LuleƄ Swedia, yang lama mengamati asteroid dekat Bumi (NEA) yang terkoyak secara gravitasi mengusulkan ide baru ini.
Granvik dan rekan-rekannya membandingkan hasil model mereka dengan pengamatan asteroid selama tujuh tahun yang dikumpulkan oleh Catalina Sky Survey. Sebuah program berbasis teleskop Arizona yang didanai NASA untuk mendeteksi NEA atau asteroid dekat Bumi.
Granvik menyadari bahwa asteroid-asteroid aneh ini bisa jadi merupakan pecahan asteroid yang lebih besar yang mengalami gangguan pasang surut. Granvik dan rekannya Kevin Walsh, peneliti di Southwest Research Institute di Colorado, menyebutkan pecahan asteroid kehilangan antara 50% dan 90% massanya, sehingga menghasilkan aliran fragmen.
Untuk mengatasi ancaman asteroid kecil ini, ilmuwan mengusulkan menggunakan prediksi lintasan setelah asteroid besar pecah menjadi ukuran yang lebih kecil. Mikael Granvik, ilmuwan planet di Universitas Teknologi LuleƄ Swedia, yang lama mengamati asteroid dekat Bumi (NEA) yang terkoyak secara gravitasi mengusulkan ide baru ini.
Granvik dan rekan-rekannya membandingkan hasil model mereka dengan pengamatan asteroid selama tujuh tahun yang dikumpulkan oleh Catalina Sky Survey. Sebuah program berbasis teleskop Arizona yang didanai NASA untuk mendeteksi NEA atau asteroid dekat Bumi.
Granvik menyadari bahwa asteroid-asteroid aneh ini bisa jadi merupakan pecahan asteroid yang lebih besar yang mengalami gangguan pasang surut. Granvik dan rekannya Kevin Walsh, peneliti di Southwest Research Institute di Colorado, menyebutkan pecahan asteroid kehilangan antara 50% dan 90% massanya, sehingga menghasilkan aliran fragmen.
Lihat Juga :