Pemanasan Global, Ilmuwan Ciptakan Padi Tahan Panas dan Butuh Sedikit Air
Kamis, 21 Desember 2023 - 17:18 WIB
Baca Juga: Tingkatkan Produksi Padi di Indonesia, UGM Kembangkan Padi ‘Amphibi’ Gamagora
"Kami akan beralih ke teknologi pengeditan gen di masa depan yang akan memungkinkan peneliti untuk mengubah tanaman tanpa meninggalkan DNA asing di tanaman pada saat proses selesai," kata penulis utama Robert Caine kepada Food Navigator.
Ide serupa semakin populer. Ilmuwan dari University of Maryland telah mengembangkan apel tahan panas dan tahan penyakit. Kemudian sebuah peternakan di Israel sedang meleburkan buah-buahan produk mereka termasuk plumeganat, aromakot, blackot, dan plum semangka, untuk bertahan dari cuaca ekstrem.
Laporan terbaru menyebut 3,5 miliar orang bergantung pada padi setiap hari dan Vietnam adalah salah satu tempat di mana tanaman ini semakin sulit tumbuh karena interferensi air laut. "Padi adalah tanaman pangan yang sangat penting yang dikonsumsi oleh lebih dari setengah populasi dunia setiap hari," kata Caine.
Baca Juga: ITS Kembangkan Mesin Penanam Padi Otomatis
"Kami akan beralih ke teknologi pengeditan gen di masa depan yang akan memungkinkan peneliti untuk mengubah tanaman tanpa meninggalkan DNA asing di tanaman pada saat proses selesai," kata penulis utama Robert Caine kepada Food Navigator.
Ide serupa semakin populer. Ilmuwan dari University of Maryland telah mengembangkan apel tahan panas dan tahan penyakit. Kemudian sebuah peternakan di Israel sedang meleburkan buah-buahan produk mereka termasuk plumeganat, aromakot, blackot, dan plum semangka, untuk bertahan dari cuaca ekstrem.
Laporan terbaru menyebut 3,5 miliar orang bergantung pada padi setiap hari dan Vietnam adalah salah satu tempat di mana tanaman ini semakin sulit tumbuh karena interferensi air laut. "Padi adalah tanaman pangan yang sangat penting yang dikonsumsi oleh lebih dari setengah populasi dunia setiap hari," kata Caine.
Baca Juga: ITS Kembangkan Mesin Penanam Padi Otomatis
Lihat Juga :