Berkecepatan 20 Km Per Detik, Komet Setan Berukuran 3 Kali Gunung Everest Menuju Bumi
Kamis, 09 November 2023 - 15:16 WIB
Komet biasanya memiliki orbit yang sangat elips, artinya komet memanjang dan tidak melingkar sempurna. Orbit elips ini membawa mereka sangat dekat dengan Matahari pada satu titik orbitnya (perihelion) dan sangat jauh dari Matahari pada titik lain (aphelion).
Baca juga; Komet Alien Raksasa Terpantau Melesat ke Arah Matahari, Berbentuk Bola Es Selebar 6 Km
Seperti semua benda yang mengorbit, semakin dekat komet ke matahari, semakin cepat pergerakannya. Komet setan 12P/Pons-Brooks saat ini meluncur menuju matahari dan juga Bumi dengan kecepatan lebih dari 40.000 mil per jam atau 20 km per detik.
Namun kecepatannya bisa meningkat hingga lebih dari 100.000 mil per jam karena jaraknya yang sangat dekat dengan matahari, atau dikenal sebagai perihelion. Komet 12P/Pons-Brooks diperkirakan berada pada jarak 72,5 juta mil atau 116,8 juta km dari matahari pada 21 April tahun depan.
Setelah itu, jarak terdekat dengan Bumi sejauh 144 juta mil atau 232 juta km akan terjadi pada tanggal 2 Juni. Saat dia terus bergerak menuju Bumi, kemungkinan besar batuan luar angkasa tersebut akan terus meletus, bahkan berpotensi lebih dahsyat dari sebelumnya.
Setelah mencapai titik terdekatnya dengan Bumi, batuan luar angkasa tersebut akan terlempar secara gravitasi kembali ke bagian luar tata surya. Kemudian baru akan kembali menuju Bumi pada tahun 2095.
Baca juga; Komet Alien Raksasa Terpantau Melesat ke Arah Matahari, Berbentuk Bola Es Selebar 6 Km
Seperti semua benda yang mengorbit, semakin dekat komet ke matahari, semakin cepat pergerakannya. Komet setan 12P/Pons-Brooks saat ini meluncur menuju matahari dan juga Bumi dengan kecepatan lebih dari 40.000 mil per jam atau 20 km per detik.
Namun kecepatannya bisa meningkat hingga lebih dari 100.000 mil per jam karena jaraknya yang sangat dekat dengan matahari, atau dikenal sebagai perihelion. Komet 12P/Pons-Brooks diperkirakan berada pada jarak 72,5 juta mil atau 116,8 juta km dari matahari pada 21 April tahun depan.
Setelah itu, jarak terdekat dengan Bumi sejauh 144 juta mil atau 232 juta km akan terjadi pada tanggal 2 Juni. Saat dia terus bergerak menuju Bumi, kemungkinan besar batuan luar angkasa tersebut akan terus meletus, bahkan berpotensi lebih dahsyat dari sebelumnya.
Setelah mencapai titik terdekatnya dengan Bumi, batuan luar angkasa tersebut akan terlempar secara gravitasi kembali ke bagian luar tata surya. Kemudian baru akan kembali menuju Bumi pada tahun 2095.
(wib)
Lihat Juga :