Ilmuwan Temukan Super Melamin, Sembuhkan Luka Secepat Kilat
Sabtu, 04 November 2023 - 16:05 WIB
Melanin yang diaplikasikan dalam bentuk krim dapat melindungi kulit dari sinar matahari serta menyembuhkan luka bakar kimia. (Foto: Popular Science)
JAKARTA - Luka pada permukaan kulit karena berbagai sebab seperti tersengat matahari atau terbakar api di masa depan akan sembuh lebih cepat.
Para ilmuwan di Northwestern University telah mengembangkan melanin sintetis yang dapat mempercepat penyembuhan kulit manusia. Melanin ini diaplikasikan dalam bentuk krim dan dapat melindungi kulit dari sinar matahari serta menyembuhkan luka bakar kimia.
Dilansir dari Popular Science, Sabtu (4/11/2023), temuan ini dijelaskan dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature NPJ Regenerative Medicine.
Melanin adalah pigmen yang diproduksi secara alami pada manusia dan hewan. Melanin memberikan warna pada rambut, mata, dan kulit. Fungsi zat ini adalah melindungi sel-sel kulit dari kerusakan akibat sinar matahari dengan meningkatkan pigmenasi sebagai respons terhadap sinar matahari, proses yang biasa disebut berjemur. "Orang tidak berpikir tentang kehidupan sehari-hari mereka sebagai cedera pada kulit," kata salah satu penulis studi dan ahli dermatologi Kurt Lu.
Para ilmuwan di Northwestern University telah mengembangkan melanin sintetis yang dapat mempercepat penyembuhan kulit manusia. Melanin ini diaplikasikan dalam bentuk krim dan dapat melindungi kulit dari sinar matahari serta menyembuhkan luka bakar kimia.
Dilansir dari Popular Science, Sabtu (4/11/2023), temuan ini dijelaskan dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature NPJ Regenerative Medicine.
Apa itu melanin?
Melanin adalah pigmen yang diproduksi secara alami pada manusia dan hewan. Melanin memberikan warna pada rambut, mata, dan kulit. Fungsi zat ini adalah melindungi sel-sel kulit dari kerusakan akibat sinar matahari dengan meningkatkan pigmenasi sebagai respons terhadap sinar matahari, proses yang biasa disebut berjemur. "Orang tidak berpikir tentang kehidupan sehari-hari mereka sebagai cedera pada kulit," kata salah satu penulis studi dan ahli dermatologi Kurt Lu.
Lihat Juga :