Sungai Amazon Kering, Ratusan Lumba-Lumba Mati 

Sabtu, 21 Oktober 2023 - 23:38 WIB
Pekan ini, penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal Hydrological Processes menemukan bahwa kekeringan mempunyai implikasi signifikan terhadap suhu air sungai karena radiasi selama periode ini lebih intens sementara tingkat air lebih rendah dan kecepatan sungai melambat. Seiring dengan terus naiknya suhu rata-rata global, terutama dari pembakaran bahan bakar fosil, masalah semacam ini akan terus terjadi.

"Kenaikan suhu air sungai dapat mempunyai dampak signifikan dan seringkali merugikan bagi kehidupan akuatik, mempengaruhi baik spesies individu maupun seluruh ekosistem," kata profesor David Hannah dari University of Birmingham.

Kondisi kekeringan seringkali bersamaan dengan suhu atmosfer tinggi dan tren seperti itu akan menjadi lebih intens dan sering dengan perubahan iklim. Suhu air yang lebih tinggi di Danau Tefé setidaknya sebagian disebabkan oleh kekeringan berkelanjutan.

Selama pekan kematian massal lumba-lumba, suhu mencapai sekitar 39,1 derajat Celsius, atau hampir 102,4 derajat Fahrenheit. Pada suhu itu, air menjadi 102 derajat Fahrenheit atau 40 derajat Celcius. “Suhu maksimum rata-rata dari waktu ke waktu untuk danau ini jauh lebih rendah, sekitar 89,6 derajat Fahrenheit,” kata oseanografer Miriam Marmontel.

Marmontel percaya bahwa perbedaan suhu lebih dari 12 derajat telah memicu stres termal pada hewan-hewan tersebut.

Baca Juga: 4 Spesies Ular Terbesar di Sungai Amazon, Panjang hingga Enam Meter
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!