Racun Pornografi Terus Mengintai, Literasi Digital Wajib Diperkuat
Jum'at, 15 September 2023 - 15:16 WIB
Literasi digital wajib diperkuat untuk mencegah aksi pornografi. FOTO/ DAILY
JAKARTA - Situs video porno merajalela di dunia maya. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai Indonesia sudah menjadi produsen konten pornografi yang sistematis layaknya sebuah industri. Pemerintah diminta memperkuat program literasi digital di masyarakat, khususnya dikalangan anak-anak.
BACA JUGA - Pemerintah Sebut Indonesia Darurat Pornografi
Menurut Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Ai Maryati Solihah, Indonesia memang sudah memiliki UU Pornografi dan juga UU Perlindungan Anak. Tetapi, jika dikonfirmasi dengan data yang tercatat di KPAI, masalah pornografi ini masih menjadi problem utama. “Top five-nya adalah anak-anak sebagai korban pornografi,” ucap Ai dalam keterangan persnya Sabtu (20/9/2023).
Kondisi ini, sambungnya, bisa menjadi evaluasi bagi negara untuk meningkatkan keseriusannya dalam memberantas pornografi. Kasus pornografi terbaru yang diungkap Polda Metro Jaya, yakni penangkapan pelaku pembuat film dewasa yang memiliki rumah produksi di Jakarta Selatan, harus dijadikan pintu masuknya.
BACA JUGA - Pemerintah Sebut Indonesia Darurat Pornografi
Menurut Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Ai Maryati Solihah, Indonesia memang sudah memiliki UU Pornografi dan juga UU Perlindungan Anak. Tetapi, jika dikonfirmasi dengan data yang tercatat di KPAI, masalah pornografi ini masih menjadi problem utama. “Top five-nya adalah anak-anak sebagai korban pornografi,” ucap Ai dalam keterangan persnya Sabtu (20/9/2023).
Kondisi ini, sambungnya, bisa menjadi evaluasi bagi negara untuk meningkatkan keseriusannya dalam memberantas pornografi. Kasus pornografi terbaru yang diungkap Polda Metro Jaya, yakni penangkapan pelaku pembuat film dewasa yang memiliki rumah produksi di Jakarta Selatan, harus dijadikan pintu masuknya.
Lihat Juga :