Meteorit Paling Tua Ditemukan di Gurun Sahara, Berusia 4,6 Miliar Tahun

Rabu, 30 Agustus 2023 - 11:18 WIB
“Data usia meteorit diketahui dengan mengembangkan pendekatan umum untuk penanggalan isotop dengan Al-Mg dan kronometer isotop punah lainnya. Dengan memperhitungkan distribusi heterogen dari radionuklida induk memungkinkan menghasilkan data usia meteorit, asteroid, dan planet yang lebih akurat,” kata Evgenii Krestianinov dari Australian National University, dikutip SINDOnews dari laman independent, Rabu (30/8/2023).

Para ilmuwan menggabungkan temuan ini dengan data yang ada untuk meteorit ini dan membandingkannya dengan meteorit tua lainnya yang mengkristal dari lelehan. Ilmuwan menganalisis Erg Chech 002 dan menentukan usia isotop timbalnya sekitar 4,566 miliar tahun.

Para ilmuwan menunjukkan bahwa 26Al memiliki distribusi yang tidak merata di dalam nebula matahari awal, piringan gas dan debu yang berputar dan rata, tempat asal tata surya. Ilmuwan berpendapat bahwa temuan ini menambah pemahaman tentang awal pembentukan tata surya dan meningkatkan akurasi menentukan usia meteorit yang sangat tua.

Baca juga; Dikira Emas, Warga Australia Ternyata Menyimpan Batu Meteorit Langka
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!