Mantan Astronot NASA Dikontrak untuk Ciptakan Reaktor Nuklir di Bulan
Kamis, 17 Agustus 2023 - 23:22 WIB
Baca Juga: Mahalnya Pembangunan Reaktor Nuklir, Ini Perkiraan Biayanya
Ambisi NASA untuk membawa manusia ke luar angkasa semakin terbuka peluangnya, menyusul keberhasilan misi pesawat nirawak Artemis 1 pada 2022 yang menguji Orion di orbit Bulan.
Ke depannya misi Artemis 2 mengirim empat manusia mengelilingi bulan sekitar November 2024. Misi ini bakal mendaratkan manusia dan robot di Bulan.
Feustel sendiri pertama kali mempertimbangkan untuk bergabung dengan CSMC pada bulan April setelah bertemu dengan manajemen senior di Colorado Space Symposium, yang merupakan acara industri besar yang diadakan setiap tahun.
Saat ini tugas yang dia emban adalah mengerjakan reaktor fisi nuklir yang dapat diangkut yang dikenal sebagai Proyek Leunr. Untuk riset dan penelitiannya didanai oleh CSA sebesar 743 ribu dollar AS atau setara lebih dari Rp1 triliun.
Ambisi NASA untuk membawa manusia ke luar angkasa semakin terbuka peluangnya, menyusul keberhasilan misi pesawat nirawak Artemis 1 pada 2022 yang menguji Orion di orbit Bulan.
Ke depannya misi Artemis 2 mengirim empat manusia mengelilingi bulan sekitar November 2024. Misi ini bakal mendaratkan manusia dan robot di Bulan.
Feustel sendiri pertama kali mempertimbangkan untuk bergabung dengan CSMC pada bulan April setelah bertemu dengan manajemen senior di Colorado Space Symposium, yang merupakan acara industri besar yang diadakan setiap tahun.
Saat ini tugas yang dia emban adalah mengerjakan reaktor fisi nuklir yang dapat diangkut yang dikenal sebagai Proyek Leunr. Untuk riset dan penelitiannya didanai oleh CSA sebesar 743 ribu dollar AS atau setara lebih dari Rp1 triliun.
Lihat Juga :