Badai Matahari Kanibal yang Jarang Terjadi Siap Menghantam Bumi
Selasa, 18 Juli 2023 - 20:36 WIB
Ukuran dan kecepatan gabungan kedua CMS cenderung memicu gangguan tingkat G1 atau G2, dua kelas terendah untuk badai geomagnetik. Sebuah simulasi dari Pusat Prediksi Cuaca Luar Angkasa National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) awan CME kanibalistik kemungkinan besar akan menghantam Bumi pada 18 Juli.
CME kanibal jarang terjadi karena membutuhkan CME berurutan yang diselaraskan dengan sempurna dan bergerak dengan kecepatan tertentu. Namun, dalam beberapa tahun terakhir banyak ditemukan fenomena badai matahari kanibal ini.
Pada November 2021, CME kanibal menabrak Bumi, memicu salah satu badai geomagnetik besar pertama dari siklus matahari saat ini. Dua CME lagi menghantam planet kita pada tahun 2022, yang pertama pada bulan Maret dan satu lagi pada bulan Agustus, dan keduanya memicu badai kelas G3 yang kuat.
CME kanibal menjadi lebih mungkin terjadi selama aktivitas maksimum matahari, dari siklus matahari kira-kira 11 tahun. Selama ini, jumlah bintik matahari dan semburan matahari meningkat tajam karena medan magnet matahari semakin tidak stabil.
CME kanibal jarang terjadi karena membutuhkan CME berurutan yang diselaraskan dengan sempurna dan bergerak dengan kecepatan tertentu. Namun, dalam beberapa tahun terakhir banyak ditemukan fenomena badai matahari kanibal ini.
Pada November 2021, CME kanibal menabrak Bumi, memicu salah satu badai geomagnetik besar pertama dari siklus matahari saat ini. Dua CME lagi menghantam planet kita pada tahun 2022, yang pertama pada bulan Maret dan satu lagi pada bulan Agustus, dan keduanya memicu badai kelas G3 yang kuat.
CME kanibal menjadi lebih mungkin terjadi selama aktivitas maksimum matahari, dari siklus matahari kira-kira 11 tahun. Selama ini, jumlah bintik matahari dan semburan matahari meningkat tajam karena medan magnet matahari semakin tidak stabil.
Lihat Juga :