Rumah.com Sambut Baik Dua Regulasi Pendorong Industri Properti
Senin, 27 Juli 2020 - 01:41 WIB
Tetapi sebagian perbankan juga secara efektif telah menurunkan suku bunga yang dikemas dalam wujud promo. Sehingga walaupun counter rate belum banyak berubah, tapi konsumen sudah dapat menikmati bunga yang lebih rendah dengan mengikuti program tertentu.
Seperti halnya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) yang bekerja sama dengan Rumah.com menggelar BNI Griya Expo Online 2020 pada 17 Juli-17 Agustus 2020. Debitur hanya perlu membayar bunga saja selama 2 tahun pertama dan menawarkan Bunga KPR mulai 1% per tahun.
Pentingnya penurunan suku bunga KPR untuk menggairahkan industri properti tanah air sejalan dengan hasil survei Rumah.com Consumer Sentiment Study H2 2020. Ada 92% responden menyatakan bahwa besarnya cicilan bulanan menjadi faktor utama ketika ditanya hal apa yang dipertimbangkan ketika mereka akan mengambil KPR.
Faktor kedua yang menjadi pertimbangan utama adalah jangka waktu kredit dinyatakan oleh 83% responden. Sedangkan faktor ketiga, tingkat suku bunga KPR yang dinyatakan oleh 73% responden. Tiga faktor utama tersebut serupa dengan hasil survei di periode sebelumnya.
Rumah.com Consumer Sentiment Study ini adalah survei berkala yang diselenggarakan dua kali dalam setahun. Hasil survei kali ini diperoleh berdasarkan 1.007 responden dari seluruh Indonesia yang dilakukan pada Januari-Juni 2020.
"Survei ini dilakukan oleh Rumah.com sebagai portal properti terdepan di Indonesia untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di Tanah Air," sebut Marine.
Marine menjelaskan, masyarakat berharap pemerintah mengambil tindakan dan kebijakan terkait lainnya, terutama untuk mendorong transaksi pembelian dan penjualan properti. Mayoritas responden atau 90% menginginkan pemerintah menurunkan suka bunga KPR agar cicilan bulanan bisa lebih ringan.
Seperti halnya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) yang bekerja sama dengan Rumah.com menggelar BNI Griya Expo Online 2020 pada 17 Juli-17 Agustus 2020. Debitur hanya perlu membayar bunga saja selama 2 tahun pertama dan menawarkan Bunga KPR mulai 1% per tahun.
Pentingnya penurunan suku bunga KPR untuk menggairahkan industri properti tanah air sejalan dengan hasil survei Rumah.com Consumer Sentiment Study H2 2020. Ada 92% responden menyatakan bahwa besarnya cicilan bulanan menjadi faktor utama ketika ditanya hal apa yang dipertimbangkan ketika mereka akan mengambil KPR.
Faktor kedua yang menjadi pertimbangan utama adalah jangka waktu kredit dinyatakan oleh 83% responden. Sedangkan faktor ketiga, tingkat suku bunga KPR yang dinyatakan oleh 73% responden. Tiga faktor utama tersebut serupa dengan hasil survei di periode sebelumnya.
Rumah.com Consumer Sentiment Study ini adalah survei berkala yang diselenggarakan dua kali dalam setahun. Hasil survei kali ini diperoleh berdasarkan 1.007 responden dari seluruh Indonesia yang dilakukan pada Januari-Juni 2020.
"Survei ini dilakukan oleh Rumah.com sebagai portal properti terdepan di Indonesia untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di Tanah Air," sebut Marine.
Marine menjelaskan, masyarakat berharap pemerintah mengambil tindakan dan kebijakan terkait lainnya, terutama untuk mendorong transaksi pembelian dan penjualan properti. Mayoritas responden atau 90% menginginkan pemerintah menurunkan suka bunga KPR agar cicilan bulanan bisa lebih ringan.
Lihat Juga :