6 Letusan Gunung Berapi Terbesar dalam Sejarah, Nomor 3 Terjadi di Indonesia
Senin, 12 Juni 2023 - 18:56 WIB
Gunung Huaynaputina di Peru, tingginya 4.850 meter. Letusan gunung berapi ini pada tahun 1600 merupakan yang terbesar di Amerika Selatan dan tercatat dalam sejarah. Letusan gunung tersebut mengirimkan semburan lumpur ke Samudera Pasifik, sejauh 120 km.
Letusan itu mempengaruhi iklim global. Musim panas setelah letusan tahun 1600 adalah yang terdingin dalam 500 tahun. Abu dari ledakan mengubur area seluas 50 kilometer persegi di sebelah barat gunung, yang masih diselimuti hingga hari ini. Letusan gunung ini merusak kota terdekat Arequipa dan Moquengua, yang baru pulih sepenuhnya lebih dari satu abad kemudian.
Gemuruh Krakatau pada minggu-minggu dan bulan-bulan musim panas 1883 akhirnya mencapai puncaknya dengan ledakan dahsyat pada tanggal 26 dan 27 April. Lempeng Eurasia bertemu dengan lempeng Indo-Australia, mengeluarkan sejumlah besar batu, abu, dan batu apung.
Baca juga; Tembus Ketinggian 39 Km, Awan Vulkanik Gunung Tonga Melebihi Gunung Krakatau
Menurut NOAA, ledakan terakhir adalah rekaman suara paling keras dalam sejarah, dan dapat didengar di 10% permukaan bumi. Ledakan itu juga menciptakan tsunami, yang ketinggian gelombang maksimumnya mencapai 40 meter dan menewaskan sekitar 36.000 orang.
Letusan ini mengakibatkan pulau tempat gunung Krakatau hancur total dan pada Desember 1927 muncul kerucut Anak Krakatau di tengah kaldera yang dihasilkan oleh letusan tahun 1883. Anak Krakatau secara sporadis hidup kembali, membangun pulau baru di bawah bayang-bayang induknya. Terakhir meletus pada Februari 2022.
Letusan Santa MarĂa pada tahun 1902 adalah salah satu ledakan vulkanik terbesar di abad ke-20. Sebelum letusan dramatis, gunung berapi di Guatemala telah diam selama 500 tahun. Ledakan itu meninggalkan kawah besar, hampir 1,5 km, di sisi barat daya gunung.
Letusan itu mempengaruhi iklim global. Musim panas setelah letusan tahun 1600 adalah yang terdingin dalam 500 tahun. Abu dari ledakan mengubur area seluas 50 kilometer persegi di sebelah barat gunung, yang masih diselimuti hingga hari ini. Letusan gunung ini merusak kota terdekat Arequipa dan Moquengua, yang baru pulih sepenuhnya lebih dari satu abad kemudian.
3. Gunung Krakatau, 1883 (VEI 6)
Gemuruh Krakatau pada minggu-minggu dan bulan-bulan musim panas 1883 akhirnya mencapai puncaknya dengan ledakan dahsyat pada tanggal 26 dan 27 April. Lempeng Eurasia bertemu dengan lempeng Indo-Australia, mengeluarkan sejumlah besar batu, abu, dan batu apung.
Baca juga; Tembus Ketinggian 39 Km, Awan Vulkanik Gunung Tonga Melebihi Gunung Krakatau
Menurut NOAA, ledakan terakhir adalah rekaman suara paling keras dalam sejarah, dan dapat didengar di 10% permukaan bumi. Ledakan itu juga menciptakan tsunami, yang ketinggian gelombang maksimumnya mencapai 40 meter dan menewaskan sekitar 36.000 orang.
Letusan ini mengakibatkan pulau tempat gunung Krakatau hancur total dan pada Desember 1927 muncul kerucut Anak Krakatau di tengah kaldera yang dihasilkan oleh letusan tahun 1883. Anak Krakatau secara sporadis hidup kembali, membangun pulau baru di bawah bayang-bayang induknya. Terakhir meletus pada Februari 2022.
4. Gunung Santa Maria, 1902 (VEI 6)
Letusan Santa MarĂa pada tahun 1902 adalah salah satu ledakan vulkanik terbesar di abad ke-20. Sebelum letusan dramatis, gunung berapi di Guatemala telah diam selama 500 tahun. Ledakan itu meninggalkan kawah besar, hampir 1,5 km, di sisi barat daya gunung.
Lihat Juga :