Mengenal Nyale, Cacing Laut Warna-warni Reinkarnasi Putri Mandalika
Senin, 12 Juni 2023 - 06:55 WIB
Putri Mandalika menceburkan diri ke laut akibat suatu permasalahan yang pernah ada pada zaman kerajaan Lombok.
Konon setelah sang putri tenggelam di laut, muncul binatang kecil yang jumlahnya sangat banyak, yang kini disebut sebagai Nyale.
Binatang laut inilah yang diyakini oleh masyarakat Lombok sebagai jelmaan putri Mandalika.
Saat festival nyale tiba, masyarakat akan berlomba-lomba untuk mengambil binatang itu sebanyak-banyaknya.
Baca Juga: Hiu Hantu dari Australia, Bermata Putih dengan Bentuk Tubuh Aneh
Putri Mandalika menceburkan diri ke laut pada tanggal 20 bulan ke-10 tahun Sasak. Menurut perhitungan kalender suku Sasak, bulan ke-1 dimulai pada 25 Mei dan setiap bulan memiliki 30 hari. Berbeda dengan tahun Masehi, bulan ke-10 tahun Sasak jatuh pada Februari.
Masyarakat NTB banyak yang mengikuti tradisi ini karena meyakini nyale dapat mendatangkan kesejahteraan bagi yang menghargainya dan keburukan bagi orang yangmeremehkannya.
Konon setelah sang putri tenggelam di laut, muncul binatang kecil yang jumlahnya sangat banyak, yang kini disebut sebagai Nyale.
Binatang laut inilah yang diyakini oleh masyarakat Lombok sebagai jelmaan putri Mandalika.
Saat festival nyale tiba, masyarakat akan berlomba-lomba untuk mengambil binatang itu sebanyak-banyaknya.
Baca Juga: Hiu Hantu dari Australia, Bermata Putih dengan Bentuk Tubuh Aneh
Putri Mandalika menceburkan diri ke laut pada tanggal 20 bulan ke-10 tahun Sasak. Menurut perhitungan kalender suku Sasak, bulan ke-1 dimulai pada 25 Mei dan setiap bulan memiliki 30 hari. Berbeda dengan tahun Masehi, bulan ke-10 tahun Sasak jatuh pada Februari.
Masyarakat NTB banyak yang mengikuti tradisi ini karena meyakini nyale dapat mendatangkan kesejahteraan bagi yang menghargainya dan keburukan bagi orang yangmeremehkannya.
(dan)
Lihat Juga :