Ilmuwan Dunia Serentak Akui El Nino Telah Datang di Bumi
Sabtu, 10 Juni 2023 - 08:19 WIB
El Nino dapat menjadikan tahun 2024 sebagai tahun terpanas di dunia. Mereka khawatir pemanasan yang terjadi akan menyebabkan suhu dunia melebihi batas pemanasan 1,5 derajat Celcius. FOTO/ ABC NEWS
LONDON - Fenomena cuaca alam yang dikenal sebagai El Nino telah dimulai di Samudera Pasifik dan berpotensi menyebabkan suhu bumi yang sudah hangat akibat perubahan iklim menjadi lebih hangat.
BACA JUGA - Apa Saja Dampak El Nino Terhadap Indonesia?
Ilmuwan Amerika Serikat (AS) mengkonfirmasi bahwa fenomena tersebut telah dimulai dan mengatakan, El Nino dapat menjadikan tahun 2024 sebagai tahun terpanas di dunia. Mereka khawatir pemanasan yang terjadi akan menyebabkan suhu dunia melebihi batas pemanasan 1,5 derajat Celcius.
Negara-negara di dunia mencapai kesepakatan di bawah Perjanjian Paris pada tahun 2015 untuk menjaga pemanasan global di bawah 2 derajat Celcius atau sebanyak mungkin 1,5 derajat Celcius dalam waktu lima tahun dibandingkan dengan masa pra-industri.
Seperti dilansir dari BBC, Sabtu (10/6/2023), suhu global berkisar sekitar 1,1 derajat Celcius di atas rata-rata pada periode 1850 hingga 1900.
Fenomena El Nino juga akan mempengaruhi cuaca dunia. Ini berpotensi menyebabkan kekeringan parah di Australia, sementara lebih banyak hujan turun di AS bagian selatan, selain melemahkan musim monsun di India.
Ilmuwan mengatakan El Nino kali ini diprediksi akan berlanjut hingga musim semi tahun depan dengan efeknya yang semakin surut setelah itu.
BACA JUGA - Apa Saja Dampak El Nino Terhadap Indonesia?
Ilmuwan Amerika Serikat (AS) mengkonfirmasi bahwa fenomena tersebut telah dimulai dan mengatakan, El Nino dapat menjadikan tahun 2024 sebagai tahun terpanas di dunia. Mereka khawatir pemanasan yang terjadi akan menyebabkan suhu dunia melebihi batas pemanasan 1,5 derajat Celcius.
Negara-negara di dunia mencapai kesepakatan di bawah Perjanjian Paris pada tahun 2015 untuk menjaga pemanasan global di bawah 2 derajat Celcius atau sebanyak mungkin 1,5 derajat Celcius dalam waktu lima tahun dibandingkan dengan masa pra-industri.
Seperti dilansir dari BBC, Sabtu (10/6/2023), suhu global berkisar sekitar 1,1 derajat Celcius di atas rata-rata pada periode 1850 hingga 1900.
Fenomena El Nino juga akan mempengaruhi cuaca dunia. Ini berpotensi menyebabkan kekeringan parah di Australia, sementara lebih banyak hujan turun di AS bagian selatan, selain melemahkan musim monsun di India.
Ilmuwan mengatakan El Nino kali ini diprediksi akan berlanjut hingga musim semi tahun depan dengan efeknya yang semakin surut setelah itu.
Lihat Juga :