Program Roket SLS NASA Molor 6 Tahun, Anggaran Bengkak Rp89 Miliar

Senin, 29 Mei 2023 - 18:28 WIB
Roket SLS, yang akhirnya diluncurkan pertama kali pada November 2022, menggunakan empat mesin RS-25 per peluncuran, termasuk 16 mesin yang diselamatkan dari Space Shuttles yang sudah pensiun. Setelah habis (semua mesin di SLS dapat dibuang), NASA akan beralih ke mesin RS-25E yang dibuat oleh Aerojet Rocketdyne, yang seharusnya 30% lebih murah dan 11% lebih bertenaga.

Roket itu juga menggunakan penguat roket padat yang disediakan oleh Northrop Grumman. Namun, teknologi yang lebih tua tidak membantu anggaran seperti yang diharapkan NASA.

“Peningkatan ini disebabkan oleh masalah yang saling terkait seperti asumsi bahwa penggunaan teknologi warisan dari Space Shuttle and Constellation Program diharapkan menghasilkan penghematan biaya dan jadwal yang signifikan dibandingkan dengan mengembangkan sistem baru untuk SLS,” kata audit tersebut.

Misalnya, hanya 5 dari 16 adaptasi mesin yang telah diselesaikan, dan peningkatan ruang lingkup dan biaya juga telah mencapai kontrak booster. Yang terakhir telah menjadi masalah terbesar, meningkat dari USD2,5 miliar menjadi USD4,4 miliar sejak Artemis diumumkan, dan menunda jadwal selama lima tahun.

Baca juga; 3 Roket Tercanggih Buatan NASA, Nomor Terakhir Akan Diluncurkan Pada Program Artemis
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!