Kecanggihan Teknologi AI dapat Gantikan 300 Juta Pekerjaan
Minggu, 28 Mei 2023 - 07:11 WIB
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin pesat mampu menggantikan 300 juta pekerjaan. Foto/Techrepublic.
NEW YORK - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin pesat. Bahkan Goldman Sachs memperkirakan ada sekitar 300 juta pekerjaan yang dapat digantikan atau diotomatisasi teknologi AI.
Goldman Sachs, bank investasi dan jasa keuangan multinasional asal Amerika yang berbasis di New York, dalam penelitian ekonomi global menyebutkan AI dapat mengotomatiskan 25% dari seluruh pasar tenaga kerja. AI juga dapat mengotomatiskan 46% tugas dalam pekerjaan administratif, pekerjaan legal (44%), dan profesi arsitektur dan teknik 37%.
Sedangkan bidang pekerjaan yang tidak terlalu terancam kehadiran AI di sektor padat karya, seperti konstruksi (6%), instalasi dan perbaikan (4%), serta pemeliharaan (1%). Studi tersebut juga menyimpulkan bahwa 18% tenaga kerja global dapat diotomatisasi dengan AI. Negara-negara seperti AS, Inggris, Jepang, dan Hong Kong, lebih dari 28% tenaga kerja negara tersebut dapat diotomatisasi dengan AI.
Baca juga; ChatGPT Lebih Berempati Terhadap Pasien dalam Memberikan Saran Medis
Goldman Sachs, bank investasi dan jasa keuangan multinasional asal Amerika yang berbasis di New York, dalam penelitian ekonomi global menyebutkan AI dapat mengotomatiskan 25% dari seluruh pasar tenaga kerja. AI juga dapat mengotomatiskan 46% tugas dalam pekerjaan administratif, pekerjaan legal (44%), dan profesi arsitektur dan teknik 37%.
Sedangkan bidang pekerjaan yang tidak terlalu terancam kehadiran AI di sektor padat karya, seperti konstruksi (6%), instalasi dan perbaikan (4%), serta pemeliharaan (1%). Studi tersebut juga menyimpulkan bahwa 18% tenaga kerja global dapat diotomatisasi dengan AI. Negara-negara seperti AS, Inggris, Jepang, dan Hong Kong, lebih dari 28% tenaga kerja negara tersebut dapat diotomatisasi dengan AI.
Baca juga; ChatGPT Lebih Berempati Terhadap Pasien dalam Memberikan Saran Medis
Lihat Juga :