Mengerikan! Penampakan Mata Sahara di Dataran Tinggi Adrar Mauritania
Rabu, 24 Mei 2023 - 23:36 WIB
Ilustrasi mata Sahara. Foto: Istimewa
JAKARTA - Mata Sahara atau yang dikenal dengan Eye of Africa, berada di dataran tinggi Adrar, Gurun Sahara, Republik Islam Mauritania. Mata Sahara terdiri dari kubah elips batuan sedimen yang terkikis.
Dilansir dari Heritage Daily, Mata Sahara berasal dari masa Proterozoikum atau 2.500 hingga 538,8 juta tahun lalu dan Ordovician, pada 488,3 hingga 443,7 juta tahun yang lalu.
"Kubah ini memiliki diameter 40 kilometer dengan interior yang terdiri dari batuan beku yang ekstrusif, termasuk batuan vulkanik rhyolitic, gabbros, karbonat dan kimberlit," tulis laman itu, dikutip Rabu (24/5/2023).
Baca juga: Tragedi Pelari Meninggal Dunia Usai Taklukkan Kejamnya Gurun Sahara
Batuan gabroik yang ada, membentuk dua tanggul cincin konsentris, dengan tanggul cincin bagian dalamnya memiliki lebar 20 meter, dan terletak 3 kilometer dari pusat struktur.
Sedangkan lebar cincin luarnya sekitar 50 meter dan terletak 7 hingga 8 kilometer dari pusat. Proses yang membentuk struktur Mata Sahara ini merupakan dampak meteorik atau intrusi magmatik yang dalam.
Dilansir dari Heritage Daily, Mata Sahara berasal dari masa Proterozoikum atau 2.500 hingga 538,8 juta tahun lalu dan Ordovician, pada 488,3 hingga 443,7 juta tahun yang lalu.
"Kubah ini memiliki diameter 40 kilometer dengan interior yang terdiri dari batuan beku yang ekstrusif, termasuk batuan vulkanik rhyolitic, gabbros, karbonat dan kimberlit," tulis laman itu, dikutip Rabu (24/5/2023).
Baca juga: Tragedi Pelari Meninggal Dunia Usai Taklukkan Kejamnya Gurun Sahara
Batuan gabroik yang ada, membentuk dua tanggul cincin konsentris, dengan tanggul cincin bagian dalamnya memiliki lebar 20 meter, dan terletak 3 kilometer dari pusat struktur.
Sedangkan lebar cincin luarnya sekitar 50 meter dan terletak 7 hingga 8 kilometer dari pusat. Proses yang membentuk struktur Mata Sahara ini merupakan dampak meteorik atau intrusi magmatik yang dalam.
Lihat Juga :