Lebih dari 2 Juta Orang di Seluruh Dunia Meninggal akibat Perubahan Iklim
Rabu, 24 Mei 2023 - 23:02 WIB
Kenaikan subu Bumi mengakibatkan naiknya frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem, termasuk banjir, badai, topan, gelombang panas, dan kekeringan. Untuk itulah, sistem peringatan dini perlu dilakukan.
Sebagian besar kerusakan ekonomi antara tahun 1970 dan 2021 datang dari Amerika Serikat dengan total USD1,7 triliun. Sementara sembilan dari 10 kematian di seluruh dunia, terjadi di negara-negara berkembang.
Baca juga: Mengejutkan, Bumi Semakin Meredup Akibat Perubahan Iklim
Sekretaris Jenderal WMO, Petteri Taalas mengatakan, siklon badai mocha yang menyapu Myanmar dan Bangladesh bulan ini mencontohkan bagaimana komunitas yang paling rentan menjadi korban.
"Di masa lalu, baik Myanmar maupun Bangladesh menderita korban meninggal, puluhan hingga ratusan ribu orang. Dengan adanya peringatan dini dan manajemen bencana, angka kematian bisa berkurang," tukasnya.
Sebagian besar kerusakan ekonomi antara tahun 1970 dan 2021 datang dari Amerika Serikat dengan total USD1,7 triliun. Sementara sembilan dari 10 kematian di seluruh dunia, terjadi di negara-negara berkembang.
Baca juga: Mengejutkan, Bumi Semakin Meredup Akibat Perubahan Iklim
Sekretaris Jenderal WMO, Petteri Taalas mengatakan, siklon badai mocha yang menyapu Myanmar dan Bangladesh bulan ini mencontohkan bagaimana komunitas yang paling rentan menjadi korban.
"Di masa lalu, baik Myanmar maupun Bangladesh menderita korban meninggal, puluhan hingga ratusan ribu orang. Dengan adanya peringatan dini dan manajemen bencana, angka kematian bisa berkurang," tukasnya.
(san)
Lihat Juga :