Kehadiran El Nino Terdeteksi Satelit NASA, Gelombang Hangat Kelvin Lintasi Pasifik

Rabu, 17 Mei 2023 - 06:09 WIB
Satelit Sentinel-6 antara awal Maret dan akhir April menunjukkan gelombang Kelvin menggerakkan air hangat ke timur, menyatukannya di lepas pantai Kolombia, Ekuador, dan Peru. Bagian merah dan putih dari animasi mewakili air yang lebih hangat dan permukaan laut yang lebih tinggi.

"Gelombang laut mengeluarkan panas di sekitar planet, membawa panas dan kelembapan ke pantai dan mengubah cuaca," kata Nadya Vinogradova Shiffer, ilmuwan program NASA dan manajer Sentinel-6 Michael Freilich.

El Nino adalah bagian dari siklus iklim El Nino-Southern Oscillation (ENSO). Biasanya, angin timur di sepanjang khatulistiwa yang dikenal sebagai angin pasat, meniupkan air permukaan ke barat melintasi Pasifik.

Baca juga; Fenomena El Nino Bikin Lautan Makin Panas, Mencapai Rekor Tertinggi dalam Sejarah

Angin ini memindahkan air laut yang hangat dari Amerika Selatan menuju Asia. Hal ini menyebabkan dampak yang signifikan pada pola cuaca di seluruh dunia.

El Nino biasanya terjadi setiap tiga sampai lima tahun sekali, tetapi dapat terjadi lebih sering atau lebih jarang. El Nino terakhir terjadi pada 2019 dan berlangsung selama enam bulan, antara Februari dan Agustus.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!