Bikin Terkejut, Pertama Kali Astronom Temukan Bintang Pemangsa Planet
Kamis, 04 Mei 2023 - 23:44 WIB
Para astronom mungkin untuk pertama kalinya menyaksikan bintang mirip matahari melahap sebuah planet. Foto/NASA/ScientificAmerican
WASHINGTON - Para astronom mungkin untuk pertama kalinya menyaksikan bintang mirip matahari melahap sebuah planet . Kejadian ini bisa menjelaskan nasib yang akan menimpa Bumi dalam waktu sekitar empat miliar tahun ketika matahari yang sekarat membengkak untuk menelan dunia kita.
Kishalay De, astrofisikawan di Massachusetts Institute of Technology menjelaskan, selama beberapa dekade, para ilmuwan telah mendeteksi bukti bintang sebelum dan tak lama setelah memakan planet lain. Namun, para peneliti belum pernah menangkap bintang yang sedang beraksi memakan planet sampai sekarang.
“Penenggelaman planet telah menjadi prediksi mendasar dalam pemahaman tentang bintang dan planet, tetapi frekuensinya sangat tidak pasti. Jadi, menemukan peristiwa yang berpotensi langka untuk pertama kalinya selalu menarik,” kata De dikutip SINDOnews dari laman scientificamerican, Kamis (4/5/2023).
Baca juga; Sisa-sisa Kehancuran Planet Mirip Bumi Ditemukan di Bintang yang Sekarat
Para astronom menemukan bahwa ketika matahari dan bintang-bintang menjelang akhir hidupnya, mereka mulai menghabiskan sumber bahan bakar utama, hidrogen di dekat intinya. Ini menyebabkan inti mereka berkontraksi dan kulit terluar mengembang dan mendingin.
Selama fase "raksasa merah" ini, bintang-bintang ini dapat mengepul dari 100 hingga 1.000 kali diameter aslinya, dan menelan planet-planet yang mengorbit dekat. “Sejujurnya, salah satu kejutan terbesar bagi saya adalah menemukannya sejak awal,” lanjut De.
Kishalay De, astrofisikawan di Massachusetts Institute of Technology menjelaskan, selama beberapa dekade, para ilmuwan telah mendeteksi bukti bintang sebelum dan tak lama setelah memakan planet lain. Namun, para peneliti belum pernah menangkap bintang yang sedang beraksi memakan planet sampai sekarang.
“Penenggelaman planet telah menjadi prediksi mendasar dalam pemahaman tentang bintang dan planet, tetapi frekuensinya sangat tidak pasti. Jadi, menemukan peristiwa yang berpotensi langka untuk pertama kalinya selalu menarik,” kata De dikutip SINDOnews dari laman scientificamerican, Kamis (4/5/2023).
Baca juga; Sisa-sisa Kehancuran Planet Mirip Bumi Ditemukan di Bintang yang Sekarat
Para astronom menemukan bahwa ketika matahari dan bintang-bintang menjelang akhir hidupnya, mereka mulai menghabiskan sumber bahan bakar utama, hidrogen di dekat intinya. Ini menyebabkan inti mereka berkontraksi dan kulit terluar mengembang dan mendingin.
Selama fase "raksasa merah" ini, bintang-bintang ini dapat mengepul dari 100 hingga 1.000 kali diameter aslinya, dan menelan planet-planet yang mengorbit dekat. “Sejujurnya, salah satu kejutan terbesar bagi saya adalah menemukannya sejak awal,” lanjut De.
Lihat Juga :