Gempa Turki Disebabkan Operasi HAARP? Begini Fakta Sebenarnya

Kamis, 16 Februari 2023 - 16:12 WIB
Menurut David Hysell, profesor teknik Thomas R Briggs di Universitas Cornell, secara teori HAARP tidak mungkin menciptakan gempa bumi. HAARP hanya pemancar radio yang lebih besar dari kebanyakan pemancar radio lainnya.

Hal senada juga diungkapkan David Malaspina, ilmuwan peneliti di Laboratory for Atmospheric and Space Physics (LASP) di University of Colorado Boulder. Dia mengatakan bahwa gelombang radio HAARP mirip dengan stasiun siaran radio AM yang kuat, dan tidak ada mekanisme bahwa siaran radio AM dapat menyebabkan gempa bumi.

Dia mengatakan gelombang radio semacam ini menembus kurang dari 1 cm ke dalam tanah, sedangkan gempa bumi jauh lebih dalam. “Gempa Bumi 2023 di Turki berasal dari kedalaman 17 km lebih ke bawah tanah,” katanya.

Baca juga; Mengenal Cara Kerja HAARP, Penelitian Ionosfer AS yang Dicurigai sebagai Senjata Pembuat Bencana

Dikutip dari laman Britannica, Program Riset Auroral Aktif Frekuensi Tinggi atau HAARP adalah fasilitas ilmiah untuk mempelajari ionosfer, terletak di dekat Gakona, Alaska, AS. Instrumen utamanya adalah Ionospheric Research Instrument (IRI), sebuah susunan dari 180 antena radio yang tersebar di area seluas 0,13 kilometer persegi.

Ionosfer yang terletak 50 kilometer di atas permukaan tanah sangat penting untuk radio karena frekuensi radio rendah dipantulkan dari ionosfer, memungkinkan komunikasi jarak jauh. Ionosfer juga merupakan tempat terjadinya aurora ketika partikel angin matahari bertabrakan dengan atom oksigen dan nitrogen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!