Hacker Sukses Curi Data 1,5 Juta Nama yang Dilarang Terbang Terkait Terorisme

Minggu, 22 Januari 2023 - 15:30 WIB


Dari situlah data tersebut berhasil diambil. Tidak hanya nama-nama orang yang tidak bisa terbang, hacker tersebut juga mengambil seluruh data pribadi dari karyawan Commute Air.

Hacker itu juga mengatakan jutaan nama yang dilarang terbang datang dari latar belakang yang beda. Mulai dari nama-nama yang khas Arab atau Timur Tengah, orang-orang Irlandia yang diduga terlibat dalam organisasi Irish Republican Army (IRA), hingga tokoh-tokoh kontroversial Rusia.

Baca juga : Banyak Manfaatnya, Ini Ternyata Fungsi Chip di Plat Nomor Kendaraan

Commute Air mengonfirmasi keabsahan database yang direstas itu. Mereka mengatakan kondisi tersebut sebagai kesalahan konfigurasi serves.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!