Ekonomi Tak Stabil, Glodok Lesu

Kamis, 07 Mei 2015 - 09:12 WIB
Ekonomi Tak Stabil,...
Ekonomi Tak Stabil, Glodok Lesu
A A A
JAKARTA - Tidak stabilnya jual beli rupiah terhadap mata uang asing (USD), membuat penjualan sejumlah penjualan barang elektronik mengalami kelesuan. Tak jarang akibat hal ini membuat sejumlah pedagang elektronik menjadi gulung tikar.

Ditemui di kawasan penjualan elektronik Glodok, Kelurahan Glodok, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Rabu (6/5/3015). Sejumlah pedagang mengakui kelesuan barang jualan telah terjadi beberapa bulan lalu.

Erwin (28) pedagang elektronik televisi, mengaku sejak awal tahun ini omset dagangannya mulai menurun. Selain disebabkan karena harga dolar yang tak stabil, kata Erwin, pembangunan Sentra Harco (masih di kawasan glodok) dan tertundanya gaji PNS juga menjadi penyebab lain barang dagangannya jarang dibeli.

"Yah sekarang mah pasrah aja lah mas, beruntung kita masih bisa dagang, teman kita sudah banyak yang tutup mas," ujar Erwin, kemarin. Meski mengaku telah memiliki empat cabang dengan penjualan yang sama, namun untuk tiap bulannya, Erwin mengaku cukup sulit untuk menutup ongkos produksinya.

Sebelum naik turunnya dolar, Erwin pun mengaku setiap harin dirinya mampu menjual hingga belasan dan puluhan televisi. Tak ayal, keuntungan hingga belasan bahkan puluhan juta dapat ia raup. Namun menjelang awal tahun ini, satu dua unit televisi terjual dalam sehari sangat disukuri.

"Tanda-tanda kelesuan sudah ada mas dari akhir Desember. Puncaknya pas Maret-April kemarin," jelas Erwin.

Senada, Nugraha,(21) penjaga toko laptop, notebook, hingga speaker mengatakan demikian. Lesunya penjualan kali ini kerap dikeluhkan olehnya dan pemilik toko yang terletak di lantai A1 glodok ini.

"Namanya bos pasti lah ngeluh mas kondisi gini. Kalo saya hitung penurun jualan bisa capai 30%," jelas Nugraha.

Masih di kawasan yang sama, Merry (32) penjual handphone, mengaku cukup bingung dengan tidak stabilnya harga dolar. Upayanya menyetok barang, banyak terlalu beresiko karena kenaikan harga dolar tak bisa diprediksi.

Wanita yang telah delapan tahun berjualan di glodok ini mengaku, berdasarkan perhitungannya, lesunya harga dolar mengakibatkan kerugian hingga mencapai 50%. "Survive kita hanya pada penjualan pulsa. Kalo ngandalin dari aksesoris atau handphone sulit nutup sewa toko bang," tutup Merry.
(dyt)
Berita Terkait
Dampak Covid-19 Pameran...
Dampak Covid-19 Pameran Teknologi Computex 2020 Batal Digelar
Mitigasi Dampak Kenaikan...
Mitigasi Dampak Kenaikan Iuran JKN
Mengenal UPI, Sistem...
Mengenal UPI, Sistem Pembayaran Elektronik yang Mengancam Dominasi Dolar AS
Saat Pandemi Transaksi...
Saat Pandemi Transaksi Uang Elektronik Tumbuh Tinggi
Epson Gandeng WWF untuk...
Epson Gandeng WWF untuk Meningkatkan Dampak Konservasi Laut
Riset Terbaru Soal Dampak...
Riset Terbaru Soal Dampak Kenaikan Tarif Ojol
Berita Terkini
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
14 jam yang lalu
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
17 jam yang lalu
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
21 jam yang lalu
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
23 jam yang lalu
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
2 hari yang lalu
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
2 hari yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved