Telkomsigma Ingin Jadi Penguasa Data Center

Sabtu, 04 April 2015 - 19:21 WIB
Telkomsigma Ingin Jadi...
Telkomsigma Ingin Jadi Penguasa Data Center
A A A
JAKARTA - PT Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma) ingin menjadi penguasa bisnis data center di Indonesia. Saat ini anak perusahaan Telkom tersebut memiliki solusi andalan Always On, yang memungkinkan data center memiliki kemampuan setara tier 4.

Always On bekerja dengan dua data center yang sama-sama aktif, salah satunya berfungsi sebagai Disaster Recovery (DR). Sehingga jika satu sistem mati, maka otomatis akan di-handle oleh sistem yang lain.

Solusi Always On itu ditopang oleh data center Telkomsigma yang berada di Serpong, Sentul, dan Surabaya dengan kapasitas total 60 ribu-65 ribu meter persegi.

CEO Telkomsigma Judi Achmadi berharap tahun ini pihaknya bisa meningkatkan kapasitas data center menjadi 100 ribu meter persegi. ”Jika hal itu tercapai, maka Telkomsigma sudah menguasai 50% dari total market share bisnis data center di Indonesia,” ungkapnya.

Salah satu upaya untuk mewujudkan target 100 ribu meter persegi itu, Telkomsigma telah mengalokasikan belanja modal (capex) sejak beberapa tahun silam dengan nilai total Rp1 triliun. Hingga tahun lalu, sudah Rp600 miliar dari dana tersebut yang digunakan.

Karena itu, bukan tanpa alasan Telkomsigma menargetkan kontribusi pendapatan di bisnis data center tahun ini meningkat menjadi 40-45% dari hanya 35% tahun lalu. Judi optimistis karena pemerintah juga mulai mendorong pemberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 yang salah satunya mewajibkan perusahaan menempatkan pusat data dan pusat pemulihan bencana di Indonesia.

”Beberapa bank besar sudah mulai masuk. Mereka bisa langsung mengambil data center yang luasnya 1000 meter persegi,” katanya.

Kedepannya, Judi juga berharap bisa asosiasi data center di Indonesia. ”Karena penting sekali untuk negara. Banyak perusahaan luar yang bertanya tentang kemampuan kita, apakah bisa mengelola IT dengan taraf global,” katanya. ”Selain itu, data juga harus ada di Indonesia karena masalah kedaulatan,” paparnya.
(dyt)
Berita Terkait
Kolaborasi Telkom dan...
Kolaborasi Telkom dan Conversant Hadirkan Solusi Distribusi Konten Digital Cepat dan Aman
MNC Land Ganti Nama...
MNC Land Ganti Nama Jadi PT MNC Tourism Indonesia Tbk
Baru 3 Tahun Pimpin...
Baru 3 Tahun Pimpin Telkom, Pengamat: Masa Jabatan Ririek Masih Panjang
Wujudkan Pemerataan...
Wujudkan Pemerataan Akses Telekomunikasi dan Informasi, Telkom Luncurkan Second Gateway Manado
Perkuat Infrastruktur,...
Perkuat Infrastruktur, Telkom Bidik Potensi Konektivitas Asia Pasifik
Bakal Digelar di Jakarta...
Bakal Digelar di Jakarta dan Surabaya, Digiland 2023 Meriahkan HUT Ke-58 Telkom
Berita Terkini
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
3 jam yang lalu
Korea Selatan Izinkan...
Korea Selatan Izinkan Robot AI Otonom untuk Memeriksa Pesawat Terbang
8 jam yang lalu
Telkom Pacu Pertumbuhan...
Telkom Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Penguatan Tata Kelola Korporasi dan Kapabilitas Manajerial
11 jam yang lalu
Tak Perlu Ganti SIM...
Tak Perlu Ganti SIM Card saat Liburan ke Luar Negeri, Ini Caranya
22 jam yang lalu
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
1 hari yang lalu
iPhone 18 Pro Desain...
iPhone 18 Pro Desain Dynamic Island yang Diperkecil Berteknologi Face ID Tersembunyi
1 hari yang lalu
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved