HT: Pemerintah Harus Punya Aturan Jelas Soal Tayangan TV

Kamis, 11 Desember 2014 - 19:14 WIB
HT: Pemerintah Harus...
HT: Pemerintah Harus Punya Aturan Jelas Soal Tayangan TV
A A A
BANDUNG - Seiring dengan kemajuan jaman dan teknologi, program acara di media elektronik pun kian beragam, namun CEO MNC Group, Hary Tanoesoedibjo (HT) meminta pemerintah membuat aturan yang jelas.

Sebagai penikmat acara, tentu masyarakat mempunyai selera berbeda. Namun bagi orang tua yang masih mempunyai anak di bawah umur, hal ini menjadi kekhawatiran tersediri.

Pria yang akrab disapa HT ini berharap, pemerintah bisa membuat aturan yang tegas, mengenai program acara di televisi maupun radio dan online. Dia juga menuturkan, andai saja dirinya menjadi pemerintah, dia akan membuat do and don't program acara media elektronik, lengkap dengan sanksinya.

“Kalau saya pemerintah, saya akan tegas tanpa kecuali, akan membuat buat do and don't, yang melanggar harus kena sanksi. Tapi harus jelas, jangan satu sisi diatur, yang lain tidak diatur. Belanja iklan pun diatur, soal sinetron, harus ada aturannya juga, jangan sampai di televisi dilarang, tapi kemudian muncul di online, pasti semuanya nonton di online-kan,” paparnya di Telkom University, Bandung, Kamis (11/12/2014).

Meskipun begitu, HT meminta masyarakat untuk lebih realistis untuk konten acara.
“Sekarang begini, realistis saja, misalkan RCTI mengganti semua program acara menjadi acara pendidikan selama 24 jam, apakah kalian (mahasiswa) akan menontonnya? Pasti mengganti channel kan? Jadi harus ada aturan yang jelas, program seperti apa,” paparnya.

Sementara itu, mengomentari pertanyaan seorang mahasiswa dalam seminar soal keberpihakan media pada pemerintahan, HT mengungkapkan jika media harus menjadi bersifat netral. “Media lebih cenderung pro dan kontra, tapi harus profesional. Jadi mitra pemerintah, kalau dirasakan tidak maksimal, kita boleh kritik, kalau sudah bagus, kita dorong,” ucapnya.

Dia menambahkan, peran media sangat penting dan memberikan banyak nilai positif di era globalisasi ini. “Karena dengan media, apapun bisa disalurkan. Artinya, bisa menjadi jalan keluar atau opini jalur alternatif. Kita harus bersemangat dan mendorong apa yang dijalankan dengan baik,” tandasnya.
(dyt)
Berita Terkait
Miliki Visi Sejalan,...
Miliki Visi Sejalan, Lippo Group Mantapkan Kerjasama dengan MNC Group
Rangkaian HUT ke-34...
Rangkaian HUT ke-34 MNC Group dengan Menggelar Penanaman 500 Bibit Pohon
Syukuran Perayaan HUT...
Syukuran Perayaan HUT MNC Group ke 34, Hary Tanoesoedibjo Ucap Harapannya
MNC Peduli dan Posyandu...
MNC Peduli dan Posyandu Melati 9 Laksanakan Pemeriksaan Gizi Rutin
Pakar: Perlu Ada Aturan...
Pakar: Perlu Ada Aturan yang Lindungi Masyarakat di Platform Global
Hari Terakhir MNC Tech...
Hari Terakhir MNC Tech Forum Bahas Kreator Hingga Literasi Digital
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
1 hari yang lalu
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
1 hari yang lalu
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
1 hari yang lalu
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
1 hari yang lalu
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
1 hari yang lalu
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
1 hari yang lalu
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved