Bisnis e-Commerce Elektronik Bleeding
A
A
A
JAKARTA - Perkembangan bisnsi e-Commerce di sektor elektronik ternyata tidak selancar kategori fashion dan leisure.
Hal ini dikemukakan oleh Commercial & Investor Relations Director di PT. Electronic City Indonesia Tbk, Ferry Wiraatmadja. "Dari sisi bisnis, e-Commerce buat elektronik real-nya bleeding," ucapnya saat berkunjung ke Gedung Sindo, Selasa (21/10/2014).
Dia menjelaskan, kondisi ini disebabkan oleh principle yang sulit bermain harga, seperti tren e-Commerce di sektor lainnya.
Kategori yang mengalami perkembangan luar biasa di e-Commerce adalah di sektor fashion dan leisure. "Buat fashion bagus sekali, tapi elektronik agak sulit," tutur Ferry.
Pada dasarnya, e-Commerce yang ada sekarang sering melakukan banting harga, karena semata-mata tujuan mereka adalah menarik perhatian konsumen.
"Perkembangan e-Commerce belum fantastis. Dilihat dari market share-nya masih 2%," tambahnya.
Meskipun begitu, pihak Electronic City menganggap semua ini sebagai tantangan dalam mengembangkan bisnis e-Commerce.
"Growth Electronic City di e-Commerce luar biasa, walau masih berada di bawah 2% dan berada di bawah penjualan retail," ujarnya.
Untuk itu, salah satu strategi 2015 Electronic City di 2015 adalah memajukan e-Commerce. "Buat konsumen yang mencari barang-barang promo, nanti semua dimasukin ke e-Commerce kita," tandas Ferry.
Hal ini dikemukakan oleh Commercial & Investor Relations Director di PT. Electronic City Indonesia Tbk, Ferry Wiraatmadja. "Dari sisi bisnis, e-Commerce buat elektronik real-nya bleeding," ucapnya saat berkunjung ke Gedung Sindo, Selasa (21/10/2014).
Dia menjelaskan, kondisi ini disebabkan oleh principle yang sulit bermain harga, seperti tren e-Commerce di sektor lainnya.
Kategori yang mengalami perkembangan luar biasa di e-Commerce adalah di sektor fashion dan leisure. "Buat fashion bagus sekali, tapi elektronik agak sulit," tutur Ferry.
Pada dasarnya, e-Commerce yang ada sekarang sering melakukan banting harga, karena semata-mata tujuan mereka adalah menarik perhatian konsumen.
"Perkembangan e-Commerce belum fantastis. Dilihat dari market share-nya masih 2%," tambahnya.
Meskipun begitu, pihak Electronic City menganggap semua ini sebagai tantangan dalam mengembangkan bisnis e-Commerce.
"Growth Electronic City di e-Commerce luar biasa, walau masih berada di bawah 2% dan berada di bawah penjualan retail," ujarnya.
Untuk itu, salah satu strategi 2015 Electronic City di 2015 adalah memajukan e-Commerce. "Buat konsumen yang mencari barang-barang promo, nanti semua dimasukin ke e-Commerce kita," tandas Ferry.
(dyt)