Layanan Internet di Indonesia Terancam

Jum'at, 26 September 2014 - 01:10 WIB
Layanan Internet di...
Layanan Internet di Indonesia Terancam
A A A
JAKARTA - Ancaman hukum yang membelit penyedia layanan Internet (Internet Service Provider/ISP) di tanah air mengundang perhatian banyak pihak.

Salah satunya dari Anggota Komisi I DPR dari F-PDI Perjuangan, Evita Nursanty. Dia meminta agar masalah ini segera diselesaikan karena mengancam industri layanan internet di dalam negeri.

“Sebagai wakil rakyat kita harus memastikan adanya kepastian hukum bagi industri karena internet menyangkut kehidupan orang banyak," ujar Evita, dalam keterangannya yang dilansir Sindonews, Kamis (25/9/2014) malam.

Kasus ini mencuat menyusul penahanan mantan Direktur Utama IM2 Indar Atmanto yang dinilai telah membuat kerugian negara atas sengketa layanan ISP dengan PT Indosat.

Menurut Evita, jika Mahkamah Agung (MA) menyatakan izin IM2 melanggar hukum, maka industri akan goyah dan dampaknya puluhan juta masyarakat Indonesia tidak akan bisa menggunakan internet karena ISP akan dipersalahkan.

Anggota DPR RI yang terpilih kembali (periode 2014-2019) tersebut meminta agar pemerintah turun tangan dan membebaskan Indar.

Dia menilai putusan MA menggunakan dasar kerugian negara hasil audit Badan Pengawasan dan Pembangunan (BPKP) telah ditolak oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

PTUN menyatakan tidak ada kerugian negara (incracht 21 Juli 2014), apalagi dikuatkan adanya surat edaran Menpan pada Agustus 2004 yang menyatakan bahwa putusan PTUN untuk ditaati dan dilaksanakan.

IM2 sendiri merupakan penyelenggara jasa telekomunikasi dan tidak memiliki spectrum frekuensi radio tersendiri, tapi spectrum frekuensi radio milik PT Indosat melalui mekanisme perjanjian kerja sama (PKS).

Hal ini sesuai dengan UU Telekomunikasi, PP No 52 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi jo pasal 5 Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 21/2001 tentang Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi.

Menkomonfo menjelaskannya melalui Surat bernomor T 684/M.KOMINFO/KU.O4.01/11/2012, bahwa kerja sama antara Indosat dan IM2 sudah sesuai aturan.

Faktanya PT IM2 hanya menggunakan jaringan telekomunikasi milik PT Indosat sesuai PKS dan tidak menggunakan bersama frekuensi radio.

Karena PT IM2 tidak mengoperasikan jaringan telekomunikasi yang menggunakan frekuensi 2,1 GHz. Sehingga, tidak ada kewajiban bagi IM2 membayar objek sama yang menjadi kewajiban PT Indosat selaku pemilik frekuensi 2,1 GHz dimaksud.
()
Berita Terkait
Indosat HiFi Air Hadirkan...
Indosat HiFi Air Hadirkan Internet Rumah Instan untuk Streaming hingga WFH
Tingkatkan Koneksi Internet...
Tingkatkan Koneksi Internet Saat Liburan, Passpod Luncurkan Program Internet KPK
Sinyal IM3 Terus Tersambung...
Sinyal IM3 Terus Tersambung Hingga ke Pulau Kecil
Memetakan Tanggung Jawab...
Memetakan Tanggung Jawab Platform Intermediary di Indonesia
Menkomdigi Meutya Hafid...
Menkomdigi Meutya Hafid Kunker Perdana ke NTT, Cek Jaringan Internet dan Dialog dengan Pelajar
Program Donasi Internet...
Program Donasi Internet Berbagi Tanpa Batas
Berita Terkini
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
2 jam yang lalu
ChatGPT Jadi Aplikasi...
ChatGPT Jadi Aplikasi Tercepat Mencapai 1 Miliar Pengguna di Seluruh Dunia
5 jam yang lalu
Microsoft Klaim Chip...
Microsoft Klaim Chip Kuantum Baru 1.000 Kali Lebih Stabil
9 jam yang lalu
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
1 hari yang lalu
Fokus Penataan Portofolio,...
Fokus Penataan Portofolio, TelkomMetra Gandeng Fullerton Health untuk Ekspansi AdMedika Group
1 hari yang lalu
Spesies Hewan Abadi...
Spesies Hewan Abadi Ditemukan di Dasar Laut
1 hari yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved