Pilih menikmati musik berdefinisi tinggi

Rabu, 19 Maret 2014 - 20:13 WIB
Pilih menikmati musik...
Pilih menikmati musik berdefinisi tinggi
A A A
DI usia 68 tahun, gitaris dan penyanyi Neil Young ingin ”mengoreksi” cara orang mendengar musik. Yakni, menghadirkan solusi untuk mendengarkan musik yang kualitasnya mendekati rekaman studio.

Neil Young benci file audio MP3. Menurutnya, kompresi format berkas pengodean suara MP3 sangat buruk. ”Kualitas lagu yang Anda dengar dalam format MP3 hanya 5 persen dari kualitas rekaman studio aslinya,” ujar Young kepada New York Times yang dilansir, Rabu (19/3/2014).

Musisi asal Kanada itu tidak salah. Format MP3 yang jadi standar di industri musik digital saat ini adalah file audio yang telah terkompresi. Audio dari format CD dimampatkan sedemikian rupa agar ukurannya cukup kecil untuk disimpan dalam perangkat portabel, seperti smartphone atau pemutar MP3 lainnya yang memiliki kapasitas simpan terbatas.

Tapi, karena ukurannya yang sangat kecil itu maka banyak informasi atau data lagu yang dihilangkan. Walau sebagian besar konsumen merasa ”cukup puas” dengan MP3, sebenarnya apa yang mereka dengar sangat jauh kualitasnya dari CD. Padahal, CD hanya sanggup menyimpan 50 persen kualitas rekaman asli (master recording).

Itulah yang mendasari Young untuk membuat perubahan. Dia ingin industri musik digital tidak terpaku pada MP3. Tapi, lebih membuka mata terhadap format ini audio standar ini: Free Lossless Audio Codec, atau FLAC.

FLAC diibaratkan mendengar musik dalam format High Definition (HD). Jika format audio AAC yang digunakan di iTunes adalah 256 kbps, maka audio di format FLAC di-encode hingga 9.216 kbps atau 36 kali lebih besar.

Tapi, adakah orang yang ingin, butuh, dan perlu mendengar musik dalam resolusi “beresolusi tinggi” ini? Jawabanya adalah ada, ada, dan ada. Logikanya sederhana saja. Mari kita berkaca pada perkembangan video high definition (HD). Jika video HD saat ini sudah sebegitu banyak yang mengakses, sudah sebegitu banyak yang terbiasa, maka seharusnya hal serupa juga bisa terjadi di musik. "Inilah real music,” tutur Young.

"Saya ingin membawa musik masuk ke abad 21,” tambah pria yang sempat menyebut bahwa mendiang Steve Jobs pun punya visi sama untuk menghadirkan musik berkualitas ke pasar.

Selama bertahun-tahun, Young mengklaim bahwa dirinya berupaya untuk mencari cara agar musik “beresolusi tinggi” itu bisa menjadi sebuah ekosistem yang cukup solid bagi pasar musik digital, serta konsumen. Maka, dia pun melahirkan ini: PonoPlayer. Seandainya iPod adalah DVD player, maka PonoPlayer semacam Blu-ray player untuk memutar file audio berformat FLAC.
(dmd)
Berita Terkini
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
1 jam yang lalu
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
9 jam yang lalu
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
10 jam yang lalu
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
14 jam yang lalu
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
14 jam yang lalu
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
15 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved