Telkom ekspansi ke Arab dan AS
Senin, 17 Maret 2014 - 17:15 WIB
Telkom ekspansi ke Arab dan AS
A
A
A
Sindonews.com – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) melalui anak usaha, PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) melanjutkan ekspansi internasionalnya ke Arab Saudi dan Amerika Serikat (AS) tahun ini.
Sebelumnya, perseroan pada 11 Desember 2013 telah mendirikan Telkom USA di California dan merupakan entitas anak yang 100 persen sahamnya dimiliki oleh Telin. VP Public Relations Telkom Arif Prabowo mengatakan, Telin telah beroperasi di Singapura, Hong Kong, Timor Leste, Australia, Malaysia, Amerika Serikat dan Myanmar pada tahun lalu.
"Kami akan melangkah lebih jauh lagi setelah bermain di Asia Tenggara. Kita akan masuk ke pasar Timur Tengah dan Amerika Serikat,” kata Arif di Jakarta, Senin (17/3/2014).
Dia menjelaskan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telekomunikasi ini juga telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan AL-Lama Group pada tahun lalu. AL-Lama merupakan konglomerat bisnis cukup terpandang di Arab Saudi, yang bergerak di berbagai bidang usaha, seperti properti, hotel, konstruksi dan telekomunikasi.
Arif menuturkan, jangkauan bisnis AL-Lama mencapai kawasan Timur Tengah dan Afrika. "Adanya MoU tersebut menjadikan AL-Lama sebagai rekanan lokal untuk berbagai layanan Telkom Group yang akan dipasarkan di Arab Saudi," paparnya.
Menurut dia, terdapat empat pendekatan strategi yang dilakukan Telkom Group dalam mengembangkan sayapnya ke pasar internasional, yakni business follows people, money, traffic dan network.
Dengan masuknya Telkom ke Amerika Serikat, dia mengatakan, merupakan bentuk implementasi strategi follow the traffic, di mana trafik, khususnya data banyak bermuara di Amerika Serikat, sehingga sangat potensi untuk membangun dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu hubungan untuk seluruh Asia Tenggara.
"Captive market terbesar di Asia Tenggara adalah Indonesia dengan jumlah pengguna broadband yang terbesar," ujar dia.
Arif menjelaskan, perseroan akan tetap fokus dengan portofolio telecommunication, information, media, edutainment, services (TIMES), namun tanpa program international expansion, Telkom tidak akan mampu tumbuh double digit.
"Kami juga harus melakukan ekspansi ke pasar internasional terutama ke negara-negara yang masih prospektif,” katanya.
Presiden Direktur Telin Syarif Syarial Ahmad menambahkan, tahun 2013 lalu merupakan pondasi awal kesuksesan Telin di tahun ini. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan perusahaan dalam melampaui target pendapatan hingga 34,9 persen atau melebihi total pertumbuhan beban sebesar 24,4 persen.
Menurut Syarif, tahun ini pihaknya akan memperbaiki skenario dan business plan perusahaan, persiapan pencapaian target pendapatan bagi Telkom Australia dan Telin Timor-Leste serta pengembangan infrastruktur jaringan. Selain itu, lanjut dia, Telin juga akan meluncurkan beberapa produk baru, seperti Content Delivery Network (CDN), telepresence serta IPX.
Sebelumnya, perseroan pada 11 Desember 2013 telah mendirikan Telkom USA di California dan merupakan entitas anak yang 100 persen sahamnya dimiliki oleh Telin. VP Public Relations Telkom Arif Prabowo mengatakan, Telin telah beroperasi di Singapura, Hong Kong, Timor Leste, Australia, Malaysia, Amerika Serikat dan Myanmar pada tahun lalu.
"Kami akan melangkah lebih jauh lagi setelah bermain di Asia Tenggara. Kita akan masuk ke pasar Timur Tengah dan Amerika Serikat,” kata Arif di Jakarta, Senin (17/3/2014).
Dia menjelaskan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telekomunikasi ini juga telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan AL-Lama Group pada tahun lalu. AL-Lama merupakan konglomerat bisnis cukup terpandang di Arab Saudi, yang bergerak di berbagai bidang usaha, seperti properti, hotel, konstruksi dan telekomunikasi.
Arif menuturkan, jangkauan bisnis AL-Lama mencapai kawasan Timur Tengah dan Afrika. "Adanya MoU tersebut menjadikan AL-Lama sebagai rekanan lokal untuk berbagai layanan Telkom Group yang akan dipasarkan di Arab Saudi," paparnya.
Menurut dia, terdapat empat pendekatan strategi yang dilakukan Telkom Group dalam mengembangkan sayapnya ke pasar internasional, yakni business follows people, money, traffic dan network.
Dengan masuknya Telkom ke Amerika Serikat, dia mengatakan, merupakan bentuk implementasi strategi follow the traffic, di mana trafik, khususnya data banyak bermuara di Amerika Serikat, sehingga sangat potensi untuk membangun dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu hubungan untuk seluruh Asia Tenggara.
"Captive market terbesar di Asia Tenggara adalah Indonesia dengan jumlah pengguna broadband yang terbesar," ujar dia.
Arif menjelaskan, perseroan akan tetap fokus dengan portofolio telecommunication, information, media, edutainment, services (TIMES), namun tanpa program international expansion, Telkom tidak akan mampu tumbuh double digit.
"Kami juga harus melakukan ekspansi ke pasar internasional terutama ke negara-negara yang masih prospektif,” katanya.
Presiden Direktur Telin Syarif Syarial Ahmad menambahkan, tahun 2013 lalu merupakan pondasi awal kesuksesan Telin di tahun ini. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan perusahaan dalam melampaui target pendapatan hingga 34,9 persen atau melebihi total pertumbuhan beban sebesar 24,4 persen.
Menurut Syarif, tahun ini pihaknya akan memperbaiki skenario dan business plan perusahaan, persiapan pencapaian target pendapatan bagi Telkom Australia dan Telin Timor-Leste serta pengembangan infrastruktur jaringan. Selain itu, lanjut dia, Telin juga akan meluncurkan beberapa produk baru, seperti Content Delivery Network (CDN), telepresence serta IPX.
(dol)