ZTE dan The9 akan bikin konsol game di China
Selasa, 11 Maret 2014 - 15:03 WIB
ZTE dan The9 akan bikin konsol game di China
A
A
A
Sindonews.com - ZTE Corp, produsen perlatan jaringan teleppon terbesar kedua di China membentuk joint venture dengan pengembang game online The9 Ltd untuk membuat konsol game.
Seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (11/3/2014), juru bicara ZTE, Qin Yina mengatakan, ZTE9 Technology Network Co berencana untuk merilis konsol Fun Box bulan ini. Fun Box ini didukung oleh Nvidia Corp Tegra 4, hanya akan dijual di China.
Usaha ini untuk menghadapi persaingan, termasuk Microsoft Corp di pasar video game dengan jasa konsultan PricewaterhouseCoopers yang memperkirakan LLC adalah dunia ketiga terbesar. Pada Januari, pemerintah mencabut larangan tersebut, dimaksudkan untuk membatasi efek video game pada orang muda, di zona perdagangan bebas baru Shanghai.
ZTE9 Fun Box berbentuk kubus dilengkapi dengan 2 gigabyte RAM, USB dan micro-USB port, dual antena Wi-Fi dan pengendali permainan Bluetooth. Pengguna dapat melakukan streaming video online high-definition melalui kotak, selain video yang terhubung dengan perangkat USB.
Menurutnya, usaha ini sedang dalam pembicaraan dengan pengembang di China dan luar negeri mengenai judul untuk konsol.
Microsoft dan BesTV New Media Co, anak perusahaan dari Shanghai Media Group, pada September mengatakan mereka menghabiskan USD79 juga untuk membentuk game venture. Microsoft tidak mengatakan apakah usaha akan menawarkan konsol Xbox atau perangkat baru. Bisnis ini akan memberikan generasi baru hiburan keluarga yang inovatif.
Video game di China akan menghasilkan pendapatan sekitar USD10 miliar pada 2015, menurut data di situs PricewaterhouseCoopers. China diperkirakan akan menyalip Jepang untuk menjadi yang terbesar kedua setelah AS pada 2017.
Seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (11/3/2014), juru bicara ZTE, Qin Yina mengatakan, ZTE9 Technology Network Co berencana untuk merilis konsol Fun Box bulan ini. Fun Box ini didukung oleh Nvidia Corp Tegra 4, hanya akan dijual di China.
Usaha ini untuk menghadapi persaingan, termasuk Microsoft Corp di pasar video game dengan jasa konsultan PricewaterhouseCoopers yang memperkirakan LLC adalah dunia ketiga terbesar. Pada Januari, pemerintah mencabut larangan tersebut, dimaksudkan untuk membatasi efek video game pada orang muda, di zona perdagangan bebas baru Shanghai.
ZTE9 Fun Box berbentuk kubus dilengkapi dengan 2 gigabyte RAM, USB dan micro-USB port, dual antena Wi-Fi dan pengendali permainan Bluetooth. Pengguna dapat melakukan streaming video online high-definition melalui kotak, selain video yang terhubung dengan perangkat USB.
Menurutnya, usaha ini sedang dalam pembicaraan dengan pengembang di China dan luar negeri mengenai judul untuk konsol.
Microsoft dan BesTV New Media Co, anak perusahaan dari Shanghai Media Group, pada September mengatakan mereka menghabiskan USD79 juga untuk membentuk game venture. Microsoft tidak mengatakan apakah usaha akan menawarkan konsol Xbox atau perangkat baru. Bisnis ini akan memberikan generasi baru hiburan keluarga yang inovatif.
Video game di China akan menghasilkan pendapatan sekitar USD10 miliar pada 2015, menurut data di situs PricewaterhouseCoopers. China diperkirakan akan menyalip Jepang untuk menjadi yang terbesar kedua setelah AS pada 2017.
(izz)