Riset Buktikan Tanaman Lebih Cerdas dari yang Kita Bayangkan

Kamis, 09 April 2020 - 04:34 WIB
Riset Buktikan Tanaman...
Riset Buktikan Tanaman Lebih Cerdas dari yang Kita Bayangkan
A A A
JAKARTA - Tanaman atau tumbuhan ternyata memiliki kecerdasan yang tidak kita bayangnya sebelumnya. Penelitian terbaru menyatakan beberapa tanaman memiliki kemampuan luar biasa untuk bangkit dari cedera yang dialami.

Sebagian bunga yang terluka melakukan pertahanan diri dengan menekuk dan memutar diri kembali ke posisi terbaiknya. Ini dilakukan untuk memastikan hasil reproduksi berjalan baik dalam 10-48 jam setelah cedera, seperti menumbangkan ranting atau berkembang terus.

Reproduksi banyaknya bunga dan kelangsungan hidup populasi bergantung pada keselarasan sempurna organ seksual dan tabung nektar. Mereka bekerja untuk menarik serangga agar hinggap dan memberikan serbuknya.

Profesor Ekologi dan Evolusi, Scott Armbruster, di Universitas Portsmouth, Inggris, telah menerbitkan hasil temuannya di Phytologist Baru. Dia mengatakan, beberapa tanaman mampu memulihkan keselarasan lebih baik setelah cedera daripada yang lain.

"Kecelakaan mekanis pada tanaman cukup sering terjadi. Dalam beberapa kasus, ini menghentikan tanaman untuk menarik serangga penyerbuk dan membuat biji. Membuat benih dan menyebarkan adalah tujuan utama bunga agar cedera yang dialami tidak menimbulkan masalah besar," kata Scott, dikutip dari phys.

Penelitian ini menemukan bahwa bunga simetris bilateral, bunga di mana sisi kiri dan kanan saling mencerminkan seperti snapdragon, anggrek, dan kacang manis, hampir selalu dapat mengembalikan orientasinya dengan benar. Mereka menggerakkan masing-masing batang bunga atau bahkan menggerakkan tangkai yang mendukung sekelompok bunga.

Dalam beberapa kasus, bunga simetris bilateral dapat secara akurat memposisikan ulang stigma mereka. Organ seksual kembali aktif setelah cedera.

Gerakan tanaman setelah cedera bukan hanya berbicara tentang membuat benih. Tanaman-tanaman ini terlihat membengkokkan atau memutarkan diri untuk memastikan daunnya kembali menghadap matahari karena diperlukan fotosintesis, proses di mana tanaman menghasilkan makanannya.

Bunga simetris radial adalah bunga berbentuk bintang, seperti petunia, buttercup, dan mawar liar. Tanaman ini tidak memiliki kemampuan seperti bunga sebelumnya dan batangnya juga jarang pulih setelah cedera.

Hasil pemeriksaan mengatakan bahwa Hampir semua (95%) bunga simetris bilateral memindahkan tempat bunga yang akan tumbuh setelah cedera. Ini dilakukan untuk mengembalikan imun dan menarik penyerbuk.

Lain halnya dengan bunga simetris radial yang hanya memiliki tingkat pertumbuhan 4% setelah cedera. Ini memungkinkan bunga simetris bilateral lebih memilih penyerbukan efisien daripada simetris radial.

"Aspek evolusi tanaman yang tidak banyak diketahui ini sangat menarik dan memberi tahu kita lebih banyak daripada yang kita ketahui sebelumnya tentang bagaimana tanaman beradaptasi secara perilaku terhadap perubahan di lingkungan mereka, termasuk kecelakaan mekanis," papar Scott.

Profesor Scott dan kolaboratornya, Nathan Muchhala, dari Universitas Missouri telah mempelajari 23 spesies bunga asli. Mereka juga melakukan budidaya di Australia, Amerika Selatan, Amerika Utara, dan Inggris.

Scott dan Nathan menemukan empat mekanisme yang telibat dalam proses pertumbuhan bunga. Ini kadang-kadang dilakukan secara tepisah, secara sekaligus, bahkan bunga yang terluka mengorientasikan pada dirinya sendiri.

Pertama adalah membungkukan batang pendukung utama sekelompok bunga. Kedua, membungkukan batang bunga individu yang lebih mungkin dalam batang panjang.

Selanjutnya adalah rotasi tangkai bunga individu yang lebih mungkin dalam batang pendek. Terakhir dengan memutar atau menekuk organ seksual bunga.

Semakin muda bagian tanaman, semakin cepat mereka berhasil menekuknya. Ini berarti tangkai yang menopang bunga individu di ujung tandan lebih mudah dipindahkan daripada tangkai lebih kuat dan lebih tua yang mendukung seluruh tandan.

"Karena prospeknya sangat buruk bagi spesies tanaman yang tidak memungkinkan serangga penyerbuk atau yang kehilangan koneksi antara nektar dan organ seksualnya, kami berharap tanaman dapat menemukan jalan keluarnya, misalnya mereka dihantam oleh angin kencang atau cabang yang jatuh," tutur Profesor Scott.

Dia menambahkan, penemuannya dalam sampel tanaman yang serampangan adalah bukti bunga-bunga simetris bilateral mampu berkembang lebih baik. Ia dapat menggunakan hingga empat metode untuk mengembalikan peluang diserbuki oleh serangga hingga ke tingkat pra-cedera.

"Menurut saya, kemampuan ini adalah perilaku yang kurang dihargai dan layak untuk dicermati lebih dekat," pungkas Scott.
(mim)
Berita Terkait
Jokowi Akui Infrastruktur...
Jokowi Akui Infrastruktur Kesehatan dan Pendidikan Buat Daya Saing Indonesia Lemah
Begini Cara Kemendiktisaintek...
Begini Cara Kemendiktisaintek Membumikan Sains dan Teknologi kepada Masyarakat
Inspirasi Teknologi...
Inspirasi Teknologi Agraria untuk Petani Muda Indonesia
Inovasi Teknologi Kanker...
Inovasi Teknologi Kanker Bermunculan, APBCS 2024 Digelar
Beton Kuat dan Ramah...
Beton Kuat dan Ramah Lingkungan Cetakan Printer 3D
5 Teknologi Kuno yang...
5 Teknologi Kuno yang Bikin Ilmuwan Melongo
Berita Terkini
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
1 jam yang lalu
Hadirkan Panggung Hiburan...
Hadirkan Panggung Hiburan dan Aksi Sosial, Truk SnackVideo 2026 Keliling Berbagai Daerah
6 jam yang lalu
BRIN Teliti Rafflesia...
BRIN Teliti Rafflesia Anambas yang Viral, Bunga Langka Jenis Baru?
6 jam yang lalu
RTX 5070Ti, OLED, dan...
RTX 5070Ti, OLED, dan Bola Sepak: Laptop Piala Dunia Buatan Lenovo Ini Harganya Rp62 Juta
7 jam yang lalu
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
9 jam yang lalu
X Luncurkan Fitur Reaksi...
X Luncurkan Fitur Reaksi Video untuk Pengguna iOS
13 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved