Perang Dagang, AS Masih Ragu Berikan Aturan Keras kepada Huawei
Jum'at, 13 Maret 2020 - 09:01 WIB
Perang Dagang, AS Masih Ragu Berikan Aturan Keras kepada Huawei
A
A
A
NEW YORK - Seperti diketahui, Amerika Serikat (AS) masih menjalin perang dagang dengan China. Huawei menjadi salah satu korban, karena tidak dapat menjalin bisnis dengan perusahaan yang berasal dari AS.
Kendati demikian, Presiden AS, Donald Trump, memberikan pengecualian. Perusahaan AS akhirnya diperbolehkan bekerja sama dengan Huawei. Terakhir, AS memperpanjang lisensi untuk kelima kalinya, hingga 15 Mei 2020.
Melansir dari Reuters, Kamis (12/3/2020), selain memperpanjang lisensi tersebut, Departemen Perdagangan AS juga meminta tanggapan publik, terkait dampak bagi perusahaan dan organisasi yang ada di sana, jika lisensi tidak diperpanjang.
Setelah tercetusnya perang dagang antara AS dan China, Donald Trump memasukan Huawei ke dalam daftar hitam agar tidak bisa berbisnis dengan perusahaan AS. Namun, kebijakan itu ditangguhkan.
Tetapi perusahaan Negeri Paman Sam yang ingin berbisnis dengan Huawei harus mendapatkan lisensi. Sebab, banyak perusahaan di daerah pedesaan AS yang bergantung dengan Huawei, dalam pengoperasian jaringan nirkabel.
Di sisi lain, banyak perusahaan di AS yang memasok produknya ke Huawei. Sehingga pelarangan itu tentu saja menggangu bisnis dan pendapatan mereka.
Kendati demikian, Presiden AS, Donald Trump, memberikan pengecualian. Perusahaan AS akhirnya diperbolehkan bekerja sama dengan Huawei. Terakhir, AS memperpanjang lisensi untuk kelima kalinya, hingga 15 Mei 2020.
Melansir dari Reuters, Kamis (12/3/2020), selain memperpanjang lisensi tersebut, Departemen Perdagangan AS juga meminta tanggapan publik, terkait dampak bagi perusahaan dan organisasi yang ada di sana, jika lisensi tidak diperpanjang.
Setelah tercetusnya perang dagang antara AS dan China, Donald Trump memasukan Huawei ke dalam daftar hitam agar tidak bisa berbisnis dengan perusahaan AS. Namun, kebijakan itu ditangguhkan.
Tetapi perusahaan Negeri Paman Sam yang ingin berbisnis dengan Huawei harus mendapatkan lisensi. Sebab, banyak perusahaan di daerah pedesaan AS yang bergantung dengan Huawei, dalam pengoperasian jaringan nirkabel.
Di sisi lain, banyak perusahaan di AS yang memasok produknya ke Huawei. Sehingga pelarangan itu tentu saja menggangu bisnis dan pendapatan mereka.
(wbs)