Sikat Google, Galeri Aplikasi Huawei Bayar Pengembang Selama 2 Tahun

Sabtu, 07 Maret 2020 - 08:00 WIB
Sikat Google, Galeri...
Sikat Google, Galeri Aplikasi Huawei Bayar Pengembang Selama 2 Tahun
A A A
SHENZHEN - Huawei sudah putus hubungan dari Google Play Store untuk perangkat terbarunya. Kini perusahaan sangat bergantung pada Huawei AppGallery (Galeri Aplikasi Huawei).

Satu-satunya cara untuk membuat platform ini layak ialah dengan menarik pengembang aplikasi dan game untuk masuk ke ekosistemnya. Untuk itu, Huawei berencana memberikan pengembang hampir 100% penghasilan dari perangkat lunaknya.

Hal itu dijelaskan dalam Kebijakan Preferensial Perjanjian Layanan AppGallery. Kebijakan itu berlaku untuk 24 bulan pertama dan pengembang harus bergabung paling lambat Juni tahun ini jika mereka ingin berpartisipasi.

Kebijakan tersebut dibagi menjadi dua periode. Selama 12 bulan pertama, pengembang akan menerima 100% dari pendapatan yang dihasilkan oleh aplikasi non-game. Untuk game, mereka mendapat 85% -hampir mendekati 88% yang ditawarkan Epic Store (95% jika game didasarkan pada Unreal Engine).

Pada tahun kedua, pengembang dapat berharap 85% dari pendapatan yang dihasilkan oleh aplikasi dan game mereka (90% untuk aplikasi pendidikan). Setelah periode kebijakan preferensial berakhir, tarif standar berlaku yakni pengembang mendapatkan 70% dari pendapatan dan Huawei menyimpan 30%-nya.

Kebijakan ini hanya berlaku untuk pengembang yang berbasis di luar China Daratan. Sebenarnya, mereka mendapatkan penawaran yang lebih baik secara umum. Misalnya, pengembang China membagi pembelian dalam game 50/50 dengan Huawei sementara pengembang asing mempertahankan 70%. Sebagai perbandingan, Apple dan Google menyimpan 30% dari penjualan di toko aplikasi masing-masing.

Kebijakan baru itu digelar Huawei guna menarik minat pengembang global hadir di ekosistemnya, Huawei AppGallery. Sebab mereka masih tergopoh-gopoh untuk menggerus dominasi Layanan Seluler Google (GMS).

Kemapanan Huawei AppGallery dianggap sebagai kunci pemasaran handphone baru pabrikan di pasar global yang tak terbiasa lepas dari GMS. Sementara pasar China sudah sejak lama tak lagi bergantung pada produk Google.
(mim)
Berita Terkait
Meluncur Senyap, Huawei...
Meluncur Senyap, Huawei Y8p Punya Layar OLED 6,3 Inci dan Kamera 48 MP RYYB
Mengenal Huawei nova...
Mengenal Huawei nova 7, Ponsel Mid-Range Rasa Flagship
Huawei Mate 40 Bikin...
Huawei Mate 40 Bikin Anda Penasaran? Semoga Tulisan Ini Bisa Jadi Jawabannya
Huawei Penuhi Janji...
Huawei Penuhi Janji Harga Huawei P40 Pro di Bawah Banderol Dunia
Menjelang Peluncuran,...
Menjelang Peluncuran, Wujud Nyata Honor X10 Muncul Menyapa Pasar
Saingi Google, Huawei...
Saingi Google, Huawei Luncurkan Search Engine Sendiri
Berita Terkini
Modernisasi Infrastruktur...
Modernisasi Infrastruktur TI Kunci Efisiensi dan Ketahanan Bisnis di Era Digital
8 jam yang lalu
iPhone 18 Pro Max Kapasitas...
iPhone 18 Pro Max Kapasitas Baterai Diklaim Jauh Melampaui Samsung S26 Ultra
9 jam yang lalu
Setelah GTA 6 Dijual...
Setelah GTA 6 Dijual Rp1,4 Juta, Game Lain Ikut-Ikutan Naik!
9 jam yang lalu
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
9 jam yang lalu
Lewat Rural Youth AI...
Lewat Rural Youth AI Facilitator, Telkom Akselerasi Transformasi Digital UMKM di Wilayah 3T
10 jam yang lalu
Siapa Verena Siow, Sosok...
Siapa Verena Siow, Sosok Baru di Balik Strategi SAP untuk Asia Pasifik?
10 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved